Pengakuan Dosa

Seorang perempuan separuh baya masuk ke dalam kamar pengakuan dosa di sebuah gereja, ingin mengaku dosa

“Bapa, saya ingin mengaku dosa” Perempuan itu memulai
“Katakanlah apa dosamu Anakku?’
“Masalahnya Bapa, saya tidak punya dosa”
“Bagaimana bisa?”
“Entahlah”
“Apa kau pernah menyebut nama Tuhan tidak dengan hormat?”
“Tidak”
“Apakah kau pernah menyembah Berhala/”
“Tidak”
“Apakah kau malas ke Gereja?”
“Tidak”


“Apakah kau tidak menghormati kedua orangtuamu?”
“Tidak”
“Apakah kau membunuh?”
“tidak:
“Apakah kau mencuri?”
“Tidak”
“Apakah kau bersaksi dusta?”
“Tidak”
“Apakah kau berzinah?”
“Tidak”
“Apakah kau menginginkan milik orang lain?”
“Tidak”
“Anakku kau sama sekali tidak pernah melawan 10 perintah Allah?”
“Tidak bapa”
“Baiklah, Apa pekerjaanmu?”
“Saya seorang pelacur Bapa”
“Bukankah sudah jelas apa dosamu Anakku?”
“Maksud Bapa, menjadi pelacur itu adalah dosa?”

“Menurutmu?”
“Tidak Bapa”
“Bagaimana bisa?”
“Saya membuat laki-laki yang datang pada saya senang Bapa. Saya membuat mereka merasakan Surga.”
“Bagaimana dengan laki-laki beristri? Bukankah itu berarti kau telah melanggar hukum Tuhan yang ke 7 “jangan berzinah”
“Saya justru membatu Istri mereka Bapa, bukankah lebih baik tidur dengan pelacur daripada memelihara gundik?
“Kau menjual tubuhmu Anakku, menurutmu itu bukan dosa?”
“Bapa, saya hanya memanfaatkan talenta yang Tuhan berikan untuk saya. saya miskin, otak saya tidak pintar, saya tidak punya bakat bisnis. Yang saya punya hanya tubuh yang bagus dan tarian-tarian maut yang dapat membuat laki-laki mabuk kepayang. Saya memanfaatkan talenta saya itu bapa. Bukankah Tuhan menyuruh kita memanfaatkan talente yang kita milik. Bacaan kita minggu ini adalah “Perumpamaan tentang talenta” bukan?”
“Anakku, jangan mengartikan Injil secara harafiah”
“Hidup ini harafiah Bapa, bukankah Injil itu hidup umat Katolik?”
“Anakku, Hidup ini Misteri, begitupun Injil. Injil berisi Misteri keselamatan Tuhan untuk kita umatnya.”
“Hahahahahaha.. Siapa yang bilang hidup ini misteri Bapa? Aku tahu kapan aku Mati”
“Hanya Tuhan yang tahu kapan kita mati anakku”
“Setiap Kali aku orgasme aku merasakan Surga Bapa. Bukankan kita merasa surga ketika kita mati?”
“Perasaan Surga ketika orgasme itu adalah perumpaan yang dibuat manusia Anakku”
“Ahh, kau berkata begitu karena kau tak pernah orgasme Bapa. Pastor ga pernah bersetubuh bukan?”
“Apakah kita hidup di dunia ini hanya untuk bersetubuh dan kemudian orgasme Anakku?”
“Iya. Kita hidup untuk berkembangbiak Bapa”
“Apakah kau bahagia?’
“Iya saya bahagia Bapa, Seks dan orgasme membuat saya Bahagia”
“Baguslah Anakku, itulah yang paling penting di dunia ini. Kau bahagia”
“Semua jelaskan Bapa, pelacur itu bukan dosa’
“Anakku, apakah kau tahu apa itu dosa?”
“Dosa adalah rusakknya hubungan Tuhan dengan sesama. Hubungan saya dengan Tuhan baik, meski saya pelacur saya rajin Gereja. Meski saya pelacur saya membantu mereka yang berkesusahan. Hubungan saya dengan Tuhan dan sesama baik Bapa.”
“Baiklah, Kalo begitu pulanglah anakku dosamu telah diampuni”
“Memangnya apa dosa saya Bapa?”
“Dosamu adalah; kau tidak tahu yang kau perbuat itu Dosa”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s