Patofisiologi Fraktur Hepatica a.k.a patah hati

Fraktur Hepatica..

Defenisi: Merupakan sindrom berupa depresi dan stres yang kronik akibat dikhianati atau diputusi secara sepihak oleh orang yang dikasihi

Etiologi: Kekasih selingkuh, kekasih mutusin tanpa alasan, cinta tak terbalas, orang yang dikasihi menikah dengan orang lain..

Patofisiologi: Kesedihan mendalam, Stres dan depresi menyebabkan pelepasan hormon Adrenalin Menyebabkan tekanan darah tinggi (marah-marah tak jelas pada orang lain a.k.a emosianal) Stres dan Depresi juga merangsang hiperekskresi kelenjar air mata sehingga airmata terus tumpah tanpa alasan. Stres dan depresi juga merangsang kelenjar spinalen di otak untuk meretensi pengeluaran melatonin sehingga yang sakit mengalami gangguan tidur. Depresi dan strees juga menyebabkan malformasi protein sehingga klien susah makan. Fraktur Hepatika berat dapat menyebabkan bunuh diri, tidak percaya kepada orang lain dan tertutup.

Manifestasi klinik:
Klien fraktur hepatika biasanya suka menyendiri, suka mendengarkan lagu-lagu galau dan curhat habis-habisan dengan teman yang peduli.

Terapi
Sejauh ini obat yang paling mujarab adalah waktu. Menyibukan diri dengan kegiatan positif dan dukungan dari teman-teman. Klien tidak dianjurkan untuk berhubungan dengan hati yang lain bila belum menuntaskan faktor etiologi. Waktu penyembuhan tergantung dari masing-masing Individu dan seberapa besar kadar cinta klien dengan etiologi..

Depok, awal Desember 2012 (Karena tidak menemukan patofisiologi Marasmus -_-)

Advertisements

One thought on “Patofisiologi Fraktur Hepatica a.k.a patah hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s