Saya Tujuh Belas Tahun dan Saya Tidak Perawan

Nama saya Ayu, umur saya tujuh belas tahun. Saya tidak punya ayah, dan tidak punya ibu.
Saya tidak punya keluarga tetapi saya punya teman-teman yang mengais rejeki di jalanan luas, mengamen atau meminta-minta. Dulu ketika saya kecil dan tak punya rasa malu saya meminta-minta di setiap angkot yang lewat tetapi ketika saya mulai tua dan mengerti saya putuskan untuk mengamen, hampir sama dengan meminta-minta tetapi lebih terhormat karena saya menjual suara saya yang memang tidak seberapa.

Saya tidak punya rumah tetapi saya punya kolong jembatan tempat saya tidur dan melindungi diri di kala malam dan badai datang.
Jangan tanya, dimana ibu dan ayah saya? Saya tidak tahu di mana mereka?
Tetapi sebenarnya, ingin sekali saya tahu perempuan yang telah mengandung saya selama sembilan bulan dan melahirkan saya dengan penuh kesakitan

Ingin sekali tahu lelaki pemilik sperma dan setengah kromosom dalam diri saya.
Atau apakah saya anak ajaib yang turun langsung ke dunia ini tanpa melalui proses perkawinan dua orang manusia. Saya bukanlah berasal dari sebuah sperma yang menang mencapai ovum di tuba valopi mengalahkan miliard sperma lain yang di semprot ke dalam rahim. Membentuk zigot morula grastula brastula dan akhirnya menjadi janin yang kemudian keluar ke dunia melalui rahim dan menjadi manusia utuh.
Atau jangan-jangan saya memang tidak dilahirkan melalui rahim. Mungkin memang saya anak ajaib yang turun dari langit. Tetapi pikiran tentang anak ajaib yang turun dari langit itu berubah ketika saya menginjak usia tujuh belas tahun, ternyata saya ini manusia yang terlahir dari rahim seorang perempuan. itu karena saya mengalami hal yang sama seperti teman perempuan saya. Wajah saya berubah cantik, leher saya berubah jenjang, dada saya membesar, bokong saya mengencang dan yang paling hebat semua anak laki-laki di kolong jembatan tempat kami tinggal mulai merayu saya. Salah satunya adalah Joko.
Joko begitu berniat mendekati saya berbagai cara dia lakukan bahkan uang hasil ngamennya rela dia belikan sebatang coklat untuk saya.
“Buat kamu yang semanis coklat.” Itu katanya dan mambuat saya jatuh hati setengah mati. Dan akhirnya saya resmi berpacaran dengannya. Kami selalu berdua, Ngamen berdua, jalan berdua hingga suatu saat kami tidur berdua.
Kolong jembatan sudah sepi kala itu, yang lain sudah tertidur nyenyak tetapi aku dan Joko tetap terjaga.
“Kamu mencintaiku kan?” Tanya Joko. Saya hanya mengangguk meski tak begitu mengerti betul apa maksudnya mencintai itu.”
“Kalo begitu kau tak keberatankan kalo kita melakukan itu.” Kata joko dan saya mulai bingung.
“Melakukan apa?” Tanya saya.
“ Diam dan jangan berteriak. Kalo kau berteriak kau tidak mencintai saya.” Kata Joko. Dan saya menurut. Saya tetap diam waktu tangan joko merambat ke dalam baju saya, saya juga tetap diam waktu dia mulai membuka celana saya. Saya hanya berteriak sekali ketika dia memasukkan sesuatu ke dalam selangkangan saya dan menangis ketika melihat beberapa tetes darah dan cairan putih di karton alas kami tidur.
“Tenang kita lakukan lagi, besok.” Kata Joko lalu kemudian tertidur membiarkan saya yang merasa perih tak berkesudahan di daerah selangkangan.
Keesokan harinya ketika saya bercerita pada teman-teman perempuan saya yang lain saat kami berkumpul di bawah kolong jembatan tentang pengalaman saya dengan Joko mereka tertawa.
“Widihhh, gue aja udah gak perawan lagi saat umur tiga belas tahun.” Itu suara Nining
“Gue dua belas tahun, dong!” Itu suara Susan yang terdengar bangga.
“Lo termasuk terlambat, Yu. Masa umur tujuh belas tahun baru gak perawan.” Itu suara mereka dan entah
mengapa saya bangga saya Ayu berusia tujuh belas tahun dan tidak lagi perawan.
Advertisements

One thought on “Saya Tujuh Belas Tahun dan Saya Tidak Perawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s