CHATING

Mereka sama-sama masuk ke Chat Room itu. Yang pria bernama “Lelaki Malam”, yang perempuan bernama “Perempuan Lajang”.

LELAKI MALAM : “Haloo”

PEREMPUAN LAJANG : “Haloo”

LELAKI MALAM : “ASL Please!

PEREMPUAN LAJANG : “25/F/Indonesia. U?”

LELAKI MALAM : “ 28/M/Indonesia. Salam kenal”

PEREMPUAN LAJANG : “Salam kenal juga”.

LELAKI MALAM : “Married?”

PEREMPUAN LAJANG : “My name told you a lot, Didn’t it?”

LELAKI MALAM : “hemm lajang, Single. Bukan jomblo kan?

PEREMPUAN LAJANG : “???”

LELAKI MALAM : “Lajang itu kau memilih untuk sendiri, Jomblo kamu tak ada pilihan lain selain sendirian”

PEREMPUAN LAJANG : “….”

LELAKI MALAM : “Garing ya?”

PEREMPUAN LAJANG : “Yupps”

LELAKI MALAM : “Baiklah, Ganti Topik. Ceritakan tentang dirimu!”

PEREMPUAN LAJANG : “Untuk apa?”

LELAKI MALAM : “Biar kita saling mengenal”

PEREMPUAN LAJANG : “Untuk apa saling kenal?”

LELAKI MALAM : “Biar dapat banyak teman”

PEREMPUAN LAJANG : “Untuk apa banyak teman?”

LELAKI MALAM : “Untuk mengibur hati di kala duka”

PEREMPUAN LAJANG : “Aku punya diri sendiri yang menghiburku di saat duka”

LELAKI MALAM :“Setidaknya ayo kenalan lebih dekat, sulitkah permintaanku itu?”

PEREMPUAN LAJANG : “Aku tak ingin menceritakan diriku pada orang asing”

LELAKI MALAM : “Bukankah kita sudah berteman?”

PEREMPUAN LAJANG : “Mungkin”

LELAKI MALAM : “Fiuh, kau perempuan penuh rahasia”

PEREMPUAN LAJANG : “Secret makes woman, woman”*

LELAKI MALAM : “Bukannya perempuan jarang bisa menjaga rahasia”

PEREMPUAN LAJANG : “Sebagian besar begitu”

LELAKI MALAM : “kau sebagian kecilnya lagi?”

PEREMPUAN LAJANG : “Mungkin”

LELAKI MALAM : “Huff, kau perempuan yang tidak suka berbasa-basi”

PEREMPUAN LAJANG : “Begitulah”

LELAKI MALAM : “Baiklah ganti topik”

PEREMPUAN LAJANG : “Kau Pria yang suka menganti topik”

LELAKI MALAM : “Biar percakapan kita menarik, aku tertarik padamu”

PEREMPUAN LAJANG : “Kenapa tertarik?”

LELAKI MALAM : “Sepertinya asyik membuat cerita tentangmu”

PEREMPUAN LAJANG : “Kau seorang penulis?”

LELAKI MALAM : “Begitulah”

PEREMPUAN LAJANG : “kenapa kau menjadi penulis?”

LELAKI MALAM : “Hobi”

PEREMPUAN LAJANG : “Kenapa Hobimu tidak menyenangkan begitu?”

LELAKI MALAM : “Siapa bilang menulis itu tidak menyenangkan?”

PEREMPUAN LAJANG: “Apa enaknya menulis? Otakmu sengsara memikirkan ide, tanganmu kaku mengetik , pantatmu sakit duduk lama dan matamu bisa buta karena menatap komputer”

LELAKI MALAM : “Sepertinya kau juga seorang penulis?”

PEREMPUAN LAJANG : “Untuk apa melakukan hal tidak mengenakkan itu?”

LELAKI MALAM : “Siapa bilang menulis tidak menyenangkan?”

PEREMPUAN LAJANG : “Aku barusan”

LELAKI MALAM : “Menulis itu menyenangkan, Aku merasakan Rangsangan luar biasa setiap kali akan memulai satu cerita dan orgasme hebat saat ceritaku selesai, dan kemudian aku ingin menulis dan menulis lagi”

PEREMPUAN LAJANG : “Kau gila!”

LELAKI MALAM : “Kenapa?”

PEREMPUAN LAJANG : “Kau bercinta dengan tulisanmu sendiri”

LELAKI MALAM : “Bisa dibilang begitu, Penulis harus gila. Penuh dengan ide-ide gila”

PEREMPUAN LAJANG : “terserah, tetapi ketika kau menulis tentang aku, jangan pernah membayangkan bercinta denganku.”

LELAKI MALAM : “Ide yang bagus. Mungkin kau bisa mengambarkan tentang dirimu sedikit”

Perempuan Lajang : “Untuk apa?”

LELAKI MALAM :“Biar aku bisa membayangkanmu saat bercinta dengan tulisanku”

PEREMPUAN LAJANG : “Kau gila”

LELAKI MALAM : “Aku Penulis dan aku memang gila”

PEREMPUAN LAJANG : “Hah terserahlah”

LELAKI MALAM : “Jadi, ceritakan tentangmu”

PEREMPUAN LAJANG : “Baiklah, beri aku lima pertanyaan”

LELAKI MALAM : Kau suka Kopi?”

PEREMPUAN LAJANG : “Tidak”

LELAKI MALAM : “Kau merokok?”

PEREMPUAN LAJANG : “Tidak”

LELAKI MALAM : “Kau minum alkohol?”

PEREMPUAN LAJANG : “Tidak”

LELAKI MALAM : “Kau suka seks”

PEREMPUAN LAJANG : “iya”

LELAKI MALAM : “Pernah berhubungan seks dengan orang tak dikenal?”

PEREMPUAN LAJANG : “Sering”

LELAKI MALAM : “Mau berhubungan seks denganku?”

PEREMPUAN LAJANG : “Kau sudah memberiku lima pertanyaan?”

LELAKI MALAM : Huff, kau perempuan yang tidak suka basa-basi”

PEREMPUAN LAJANG : “kau laki-laki gila”

LELAKI MALAM : “Aku tidak gila, aku hanya menulis”

PEREMPUAN LAJANG : “jika kau menulis tentang aku, jangan bilang aku perempuan yang tidak suka berbasa-basi”

LELAKI MALAM : “Itu kenyataannya kan?”

PEREMPUAN LAJANG : “Aku tidak suka kau menilaiku”

LELAKI MALAM : “Tapi kau yang menunjukkan”

PEREMPUAN LAJANG : “Karena itu yang aku ingin tunjukkan padamu”

LELAKI MALAM : “Huff, Kau pribadi yang rumit”

PEREMPUAN LAJANG : “Jangan katakan aku Rumit juga saat kau menulis tentang aku”

LELAKI MALAM : “Baiklah, kurasa aku selalu kalah berdebat denganmu”

PEREMPUAN LAJANG : “Jangan katakan aku perempuan yang tak mau kalah saat kau menulis tentang aku”

LELAKI MALAM : “Lalu apa yang harus kutulis tentangmu?”

PEREMPUAN LAJANG : “Terserah, kau yang penulis bukan?”

LELAKI MALAM : “hemmmmm”

PEREMPUAN LAJANG : “….”

LELAKI MALAM : “Hah, kurasa aku tahu apa yang kutulis tentangmu”

PEREMPUAN LAJANG : “Apa yang akan Kau tuliskan tentangku?”

LELAKI MALAM : “Perempuan yang bosan hidup mungkin”

PEREMPUAN LAJANG : “yahh mungkin kau benar”

LELAKI MALAM : :- )

PEREMPUAN LAJANG : Aku harus pergi..

LELAKI MALAM : Tunggu masin banyak yang harus kutanyakan..

PEREMPUAN LAJANG has sign of

Lelaki malam mendesah, ahh! Perempuan menarik itu sudah pergi. Ditatapnya layar monitor. Keinginan untung Chatting dengan orang lain hilang sudah. Dia memilih menutup web browsernya.

“Mama, aku lapar” tiba-tiba seorang bocah lima tahun menghampirinya. Ditatapnya jam dinding, sudah pukul lima sore. Dia keasyikan chating rupanya.

“Ayo kita ke dapur sayang” digendongnya anak perempuannya dan berjalan menuju dapur. Biar dia lanjutkan nanti saja mengedit novel yang akan terbit bulan depan itu. Untunglah dia adalah seorang editor bukan seorang penulis. Perempuan lajang teman chatingnya yang misterius itu benar, penulis itu pekerjaan gila dan tidak menyenangkan. Dan dia sama sekali tidak tertarik untuk menulis.

“Huff, padahal kalo ada yang membuat cerpen tentang chatingku dengan perempuan lajang itu, pasti akan bagus sekali hasilnya” keluhnya.

Sayang sekali dirinya bukan orang yang suka bercinta dengan tulisan dan sama sekali tidak terangsang ketika akan menulis sebuah cerpen. Di dunia maya dia mungkin seorang lelaki malam yang suka menulis tetapi di dunia nyata dia seorang perempuan, seorang editor.

Sementara itu, beratus-ratus kilometer jaraknya perempuan lajang menatap layar komputernya. chating yang menarik dengan seseorang bernama Lelaki malam, Dia terkikih, selalu saja ada yang percaya kalo dia adalah seorang perempuan di dunia maya.

Benarkah dia perempuan yang bosan hidup? ada 7 gelas sisa kopi, 2 botol Vodka yang tak lagi berisi dan 3 bungkus rokok yang kosong di mejanya. Sudah tiga hari dia duduk di depan laptop. Otaknya cape, tangannya kram,matanya juga apalagi pantatnya. Ide untuk membuat cerpen terakhir dalam “Ontologi cerpennya” belum juga muncul.

Tiba-tiba dia mendapat ide, dibukanya microsof word dan mulai mengetik

“Chating”

Cerpen by Raymond.

 

“Benarkah bila menjadi perempuan dia bosan hidup?” Dia kenang lagi kata terakhir laki-laki malam. Di dunia maya dia adalah perempuan jalang yang tidak suka menulis dan kelihatan bosan hidup tetapi di dunia nyata dia adalah seorang lelaki, penulis yang bergairah.

“Huff” Perempuan lajang bangkit. Dia bangkit dari kursinya sambil memegang selangkangannya yang tiba-tiba menegang. Dia berlari kecil ke kamar mandi. Lelaki malam benar, dia selalu merasakan Rangsangan luar biasa setiap kali akan memulai sebuah cerpen.

 

Keterangan: Secret makes woman woman adalah kata Sharon Winyard Tokoh di serial Komik “Detektive Conan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s