Sejumput RIndu dari Bibir Pagi

Hari ini ketika pagi datang dan bertatah megah di langit, aku menangkap sejumput rindu terpantul bibirnya. Sejumput rindu itu hanya sejumput. Kau tahu sejumputkan? Sejumput itu seperti seujung sendok gula yang biasa kau taruh di kopimu (kalau kau masih minum kopi pahit). Tetapi kau tahu? Meski sejumput, rindu itu sempat mengkudeta hati beberapa waktu (yang untungnya tak lama) dan bahkan memaksa memori otak untuk berpiki keras mencari kenangan tentangmu yang mungkin masih ketelingsut di sana.

Tahukah kamu bahwa aku sebenarnya sudah menghapus kenangan tentangmu. Bagiku, tak ada gunanya kenangan itu dikenang lagi. Semakin dikenang hanya akan membuat hati ini gundah. Jadi untuk apa disimpan? Yah aku telah menghapus kenanganmu dari memori otakku. Aku yakin semuanya telah kuhapus. Tetapi sayang meski lebih hebat dari Komputer, otak memiliki kekurangan. Dia tidak sempurna menghapus kenangan meski memori otak sudah diformat. Dan kau tahu apa yang terjadi? Sejumput rindu dari bibir pagi membuat kenangan tentangmu yang lupa dibuang dari memori otak kembali terkenang-kenang.

Jadilah selama pagi mengkudeta langit, segala kenangan tentangmu yang kupikir telah kuhapus bermunculan di kepalaku. Kenangan tentang tawamu kala kita tertawa dalam derai bahagia. Kenangan tentang bau rokok mint yang manis dari mulutmu kala kita berciuman. Kenangan tentang hangat genggaman tanganmu kala kita berjalan bersisihan di jalan raya. Kenangan tentang bau khas tubuhmu kala kuletakkan kepalaku di pundakmu. Kenangan tentang sorot mata kecewa kala kau melihat aku mencium laki-laki lain. Sampai di sini aku berhenti mengenang. Tahukah kamu bahwa kenangan tentang sorot mata kecewa di matamu menyisakan luka teramat dalam di hatiku. Luka yang lebih sakit dari perasaanmu. Luka yang selalu menghilangkan sejumput rindu tentangmu seiring dengan makin tingginya matahari bersinar dan mengusir pagi pergi entah kemana. Ah apakah kau baik-baik saja sekarang? Apakah kau juga mengenangku? Semoga bibir pagi juga menitipkan sejumput rindu untukmu, karena selalu ada sejumput rindu tentangmu untukku dari bibir pagi.

Prosa, 14 Juni 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s