Istri Saya tidak perawan

Rian mencari-cari. Di balik bantal, di balik selimut dan di atas seprei tetapi hasilnya nihil! Tidak ada noda. Noda merah yang seharusnya ada itu, tidak terlihat di mana-mana. Bantalnya masih putih bersih pun selimut dan sepreinya. Padahal seharusnya ada noda. Rena yang tertidur di sampingnyasudah bersumpah akan ada noda. Tetapi tak ada noda sama sekali dan Rian mulai geram. Di mana noda itu? Ingin sekali Rian menguncang-guncang tubuh Rena, bertanya padanya di mana noda yang seharusnya ada di malam pertama mereka. Ingin sekali Rian membangunkan Rena, perempuan yang telah dia nikahi tadi siang. Rena perempuan yang bersamanya telah bersumpah sampai mati untuk tetap bersama hingga ajal yang memisahkan. Sumpah suci yang seharusnya diucapkan oleh orang-orang yang masih suci. Dan tiba-tiba Ryan tersadar perempuan itu tidak lagi suci, dia tidak lagi perawan. Dengan geram laki-laki itu mengambil koper di atas lemari kamar pengantin, memasukan semua baju-bajunya ke dalam koper dan segera pergi dari kamar pengantin mereka. Tidak lupa Rian menelpon pengacaranya, mengurus surat perceraian.

**

“Katakan apa alasan Anda menggugat cerai istri Anda? Kalian baru menikah satu hari!” Kata hakim di sidang perceraian. Rian didampingi pengacaranya, demikianpun Rena, Wajah perempuan itu tampak pucat.

“Perempuan itu tidak perawan!” Kata Rian kepada hakim, hakim berusia kurang lebih lima puluh tahun dengan kumis klimis di atas bibirnya itu tampak menghela napas.

“Apakah Anda yakin?” Tanyanya.

“Tentu saja saya yakin, tidak ada noda di malam pertama kami.” Rian bersikeras

“Apakah karena hal sepele itu Anda menggugat cerai istri Anda?”

“Itu bukan hal sepele, Pak Hakim. Istri saya mengatakan dia masih perawan sebelum kami menikah.” Kata Rian, Hakim merenung sebentar kemudian bertanya kepada Rena.

“Apa tanggapan Anda tentang gugatan cerai suami Anda?” Rena menarik napas panjang, dia menatap Rian sebentar, tatapan yang dibalas Rian dengan memalingkan wajah.

“Saya menerima semua yang suami saya inginkan. Saya bersalah, saya memang tidak perawan dan saya bersalah tidak menceritakanya sejak awal.” Rena kemudian terdiam, pun para pengacaranya, hakim dan Rian. Semua terdiam.

**

“Kudengar kau akan bercerai dengan istrimu? Ada apa?” Dila bertanya. Rian menatapnya tersenyum

“Dia tidak perawan!” Jawab Rian, Dila terkesiama.

“Hanya karena itu! Itu alasan paling bodoh yang pernah kudengar.”

“Hey, dia berkata padaku dia masih perawan tetapi kenyataannya tidak. “

“Lah, tetapi masa karena alasan sepele begitu kalian bercerai?”

“Ini bukan hal sepele, dia telah berbohong padaku. Bayangkan saja selama dia tak menjadi istriku dia tak bisa menjaga diri, Padahal sejak awal aku mengatakan padanya ingin istriku seorang perawan.”

“Itu namanya tidak adil, kau menuntut istrimu suci, sementara kau sendiri tidak suci.”

“Maksudmu?”

“Apakah kau masih perjaka?”

“Perawan dan perjakakan berbeda!”

“Sama saja, kalian sama-sama telah bernoda. Istrimu mungkin hanya dinodai seorang pria sementara kau. Ahh, kau memang egois.”

“Istriku tidak perawan dan itu sebuah kesalahan. Coba kalau dia bercerita sejak awal, mungkin aku bisa menerima.”

“Lah, kalau begitu apa kau pikir istrimu tidak akan jijik kepadamu yang suka tidur dengan pelacur. Kau lebih buruk dari istrimu.”

“Diamlah, aku tidak membayarmu untuk menceramahiku tentang mantan istriku.” Kata Rian akhirnya, kata-kata Dila benar-benar membuat Rian tersudut. Dila tersenyum mengejek, kemudian bangkit dari tempat tidur dan berlalu ke kamar mandi. Lima menit kemudian dia keluar dan telah berpakian lengkap.

“Hey, mau kemana kau? Kita belum selesai.”

“Maaf aku malas melayani orang munafik. Aku hanyalah pelacur tetapi aku punya hak menolak siapa yang tidur denganku. Dan mulai sekarang aku tidak ingin kau menjadi pelangganku lagi.” Kata Dila itu lalu pergi dari tempat itu, meninggalkan Rian yang geram. Keinginannya memiliki istri masih perawan semakin kuat.

TAMAT

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s