On the second day of 2013 I sat and day dreaming

???????????????????????????????

Well judulnya agak maksa (pun fotonya- Saya ga menemukan foto yang menujukan saya sedang duduuk dan termenungg soale), to be honest saya bikin judulnya begitu biar mirip novelnya Paulo Coelho, di tepi sungai Piedra aku duduk dan menangis.. Ituloh kisah tentang perempuan yang mencintai seorang pastor. Cerita yang em lumayan bagus mengingat yang bikin adalah Paulo Coelho yang kenamaan itu . Tetapi menurutu saya novel ini biasa aja, I mean saya ga pernah punya pengalaman mencitai seorang Pastor dan em menurut saya cinta kaya gitu pathetic (karena saya adalah seorang Katolik yang didiik dengan katolik dan akan menetap di surga orang Katolik- Cih sampai di sini saya mencemooh diri sendiri yang tampak SARA, I mean em well hidup di Indonesia (terutama Jawa) terkadang membuatmu agak sedikit SARA) Tetapi lupakanlah sedikit tentang SARA dan kisah Pilar dan mantan kekasihnya yang telah menjadi pastor itu  (kalau ga salah akhirnya emang mereka ga jadikan? Hemm Udah lama banget semenjak terakhir kali baca novel Paulo Coelho itu lagi pula satu-satunya novel Paulo Coelho yang say abaca beribu-ribu kali hanyalah “Elevens Minutes” ) Oke sepertinya saya harus mengakhiri paragraph pertana tulisan saya ini karena sepertinya sudah tak ada sangkut pautnya sama sekali -__-

Hari ini hari ke dua di tahun 2013 dan saya duduk di dekat jendela dan menghayal. APa yang saya hayalkan? Banyak sekali dari menghayal menyusuri Abbey Stret di London, menonton Pertunjukan Matador di Spanyol dan makan cokelat di rumah cokelat di Belgia, Membayangkan Novel saya yang baru bertulis “prolog” selesai dan diterbitkan, Membayangkan gelar ners saya dapatkan segera mingkin, membayangkan saya menjadi orang yang cuek dan tidak peduli pada sataus-satus orang di facebook yang sangat menganggu -___- segala hayalan-hayalan itu akhirnya menjelma ke satu pertanyaan seumur hdup yang selama ini saya cari “APAKAH KAU TAHU UNTUK APA KAU HIDUP?”

Yah benar sekali apakah saya tahu untuk apa saya hidup? Apakah untuk menulis catatan kecil seperti ini? Atau untuk duduk di depan jendela dan menghayal? Apakah untuk menjadi perawat yang baik (cih saya sedang mengalami masa titik jenuh profesi ) Apakah untuk menjadi seorang penulis professional? Apakah untuk menjadi orang baik? Banyak pertanyaan apakah terlintas dalam lamunan saya dan saya menjadi galau karena tidak begitu yakin sudah menemukan alasan saya hidup di dunia ini. Kalau sudah begini saya berdiri dan menghabiskan buku di toko buku dan mencoba menyelesaikan “the casual Vacansy” yang belum sempat say abaca :O ah ide ke toko buku itu menarik.

Sampai Jumpa di catatan hari ke sekian di tahun 2013 saya duduk dan menghayal..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s