I am a Catholic not a cat holic

Slogan di atas saya baca empat tahun lebih lalu di baju-baju para kakak tingkat saat pengenalan KMK UI dan selalu menjadi slogan favorit saya. Kenapa memfavoritkan slogan di atas? Karena saya tidak suka kucing. Ah tapi sudahlah, saya tidak akan membahas slogan itu. toh saya memilihnya sebagai judul perenungan (yang enggan saya sebut catatan tak jelas ini) agar eye catching sajalah. Maka,marilah kita beralih ke paragraph berikutnya.

Beberapa waktu lalu saya membaca kisah hidup Ayu Utami dalam bukunya “pengakuan eks parasit lajang” (Gramedia, 2013) berisi tentang kehidupan seks dan rohani AYu Utami. Dia yang seorang Katolik benar-benar sukses membuat saya berpikir tentang kekatolikan saya. Saya kemudian terkenang akan sebuah essay yang ditulis sebagai tugas untuk mata kuliah Agama “Mengapa Kamu menjadi Katolik?” Yah mengapa saya menjadi Katolik? Jawabannya mudah karena saya lahir di Manggarai Flores yang 99% adalah penganut Katolik.  Saya dilahirkan dari keluarga Katolik. Sejak kecil saya diajarkan untuk secara katolik, misa setiap hari minggu, terima komuni pertama saat kelas 3 SD, Menerima sakramen tobat, dan Krisma (dalam waktu beberapa tahun lagi saya akan menerima sakramen pernikahan- Semoga Tuhan merestui) Tetapi kemudian menjadi katolik karena dibesarkan di keluarga katolik sama sekali tidak membuat saya puas. Pasti ada alasan lain mengapa saya menjadi katolik dan saya menemukan itu di dalam buku “pengakuan Eks Parasit Lajang”Saya menjadi Katolik karena agama saya membuat saya aman. Aman bagaimana berikut saya jelaskan.

Sebagai orang Katolik, saya mempunyai tiket masuk surga karena saya mempercayai Yesus dan dalam Yesus kita akan diselamatkan, Hey saya tidak sedang berdakwah tentang orang yahudi itu. Saya hanya ingin mengatakan di dalam dia saya merasa aman. Kalau orang lain mungkin memandang Yesus sebagai Tuhan maka saya memandang dia sebagai sahabat. Saya memperlakukan Yesus sebagai sahabat tetapi ada waktu tertentu saya memperlakukan dia sebagai Tuhan. Saya berdoa kepadanya seperti berbicara kepada sahabat karib saya dan tampaknya dilihat dari banyaknya doa yang terkabul selama ini saya merasa Yesus tak keberatan saya menganggapnya sahabat.

Sebagai orang Katolik, saya memiliki seorang Paus atau seorang gembala yang dengan senang hati mendoakan saya (toh saya yakin bapa Paus akan mendoakan saya dan seluruh dunia ini setiap hari) Dari 266 paus yang pernah ada, paus favorit saya adalah Yohanes XXIII saya tak ada di dunia ini, waktu beliau menjadi Paus tetapi dari kisah hidupnya yang luar biasa Paus sederhana ini banyak menjadi inspirasi saya. Apalagi namanya Angelo santo yang sama dengan nama saya Angelina.

Sebagai orang Katolik, Saya merasa status saya sebagai perempuan diakui gereja. Agama saya melarang poligami, Agama saya tidak pernah melarang saya misa dengan kondisi sedang datang bulan, Agama saya tidak pernah menyepelehkan wanita. Meski kemudian Pastor harus seorang laki-laki tetapi saya tidak melihat itu sebagai pandangan sepeleh terhadap wanita.

Sebagai orang Katolik saya tidak perlu cape-cape berpikir tentang rumitnya injil. Sejujurnya saya lebih suka membaca kisah perjanjian lama daripada perjanjian baru. Kisah Daniel dan Esther lebih menarik daripada surat rasul Paulus kepada Roma atau Korintus. Mungkin karena saya mencintai dunia fiksi dan kisah perjanjian lama terlihat seperti sebuah karya fiksi yang luar biasa.. Intinya sebagai orang Katolik saya tidak perlu repot-repot menelaah kitab suci itu karena itu adalah tugas para Imam yang lebih mengerti dan pastinya tidak membawa saya pada kesesatan. Sebab butuh nalar luar biasa dan pendidikan telogi tingkat tinggi untuk mengerti Injil suci itu. Maafkan saya Tuhan yang membaca perjanjian lama seperti membaca novel.

Sebagai Orang Katolik, saya punya hubungan special dengan Bunda Maria. Kami menghormati Ibu Yesus itu dan doa-doa kepadanya pasti selalu dikabulkan *terima kasih Bunda mengabulkan banyak doa saya.. Selain itu banyak novena di Katolik dan sejauh ini Novena-novena saya pasti selalu terkabul.

Sekian dulu catatan perenungan ini, saya kehabisan ide dan ngantuk *hoaamm

Salam

Depok, 17 Maret 2013

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s