Pisau

Dalam kamar ini kami bertiga: Aku, pisau dan kata

Kalian tahu, pisau barulah pisau kalau ada darah di matanya

Tak peduli darahku atau darah kata*

Sebilah pisau! Benda itu yang muncul pertama kali dalam benaknya ketika dia berpikir cara mudah untuk melenyapkan neraka ini selama-lamanya. Yah, sebilahh pisau. Harus tajam, sangat tajam sehingga sekali sayatan urat nadi terputuss. Tiba-tiba dia teringat pisau daging milik ibunya di dapur. Pisau itu bisa mematahkan tulang sapi dengan sekali tebasan. Yah, pisau itu sempurna!

Dia pernah membaca bahwa pembuluh darah vena jugular karotis yang terletak di leher adalah pembuluh darah utama yang membawa darah dari jantung ke otak. Potong nadi itu maka otak mengalami hipoksia lalu kemudian iskemi dan akhirnya tidak berfungsi hingga yang terjadi adalah orang yang nadi nya terpotong itu mati tak berdaya. Yah! Dia akan memotong vena jugularis karotis orang itu menggunakan pisau daging tajam milik ibunya. Pisau daging tajam yang telah dia pegang erat di tangan kanannya. Perlahan dia melangkah menuju kamar orang itu

Dua sedang tidur nyenyak di dalam kamar. Yang laki-laki mengeluarkan dengkuran yang perempuan tampak lebih tenang. Dia melangkah perlahan ke samping sisi tempat tidur di mana laki-laki itu tidur. Diletakkan pisau daging ibunya di bagian kanan leher laki-laki itu, tempat vena jugularis karotis berada. laki-laki itu. Sreett. Satu tarikan kuat dengan pisau daging tajam milik ibunya. seketika darah bercucuran, membasahi tangannya dan bajunya. Laki-laki itu mendesah sejenak dan kemudian diam. Dia tersenyum, tak terdengar lagi dengkuran laki-laki keparat itu. Seketika perasaan lega bergejolak memenuhi rongga dadanya. Laki-laki itu telah mati, mati dengan tidak tenang dan laki-laki itu pantas mendapatkannya setelah apa yang laki-laki itu lakukan kepadanya. Yah laki-laki itu pantas mendapatkannya

*

“Perempuan bodoh kamu, Lastri!” Teriak Joko marah, bau alkohol tercium kuat dari mulutnya. Dia menjambak rambut Lastri kasar, kalau mabuk parah seperti ini Joko akan berubah kejam. Lastri menangis pasrah. Saat joko mabuk seperti ini, menangis lebih baik daripa melawan. Dia pernah mencoba melawan. Alhasil, Joko memukulinya lebih parah. Toh nanti setelah sadar, Joko akan meminta maaf mencium Lastri dari kepala sampai kaki. Berubah menjadi Joko, laki-laki baik hati yang dia nikahi dua tahun lalu itu. berubah kembali menjadi Joko yang sangat dicintainya.

“Ampun, Mas!” Isak Lastri lirih menahan sakit kepala akibat jambakan Joko.

“Diam kamu peremuan sundal!” Teriak Joko lagi. Dia menarik Lastri membawa tubuh perempuan itu ke dalam kamar mandi.

“Ampun, Mas! Jangan kurung saya di kamar mandi lagi!” Lastri terisak sedih. Sudah tiga kali Joko menguncinya semalaman dalam kamar mandi saat dia mambuk begini.

“Diam kau!” teriak Joko marah. Segera dibebaskannya tubuh Lastri kasar ke lantai kamar mandi. Lastri terkerembab jatuh kepalanya terbentuk bak kamar mandi. Dia semakin menangis.

“Kamu di sini saja perempuan sundal. Jangan keluar!” Bentak Joko lagi lalu menutp pintu kamar mandi dan menguncinya dari luar.

“Mas, buka pintunya!” Lastri berteriak memohon dari dalam kamar mandi, Joko tidak bereaksi dia menuju kamar Siska putri Lastri.

Joko melangkah perlahan masuk ke dalam kamar Siska. Siska tampak tertidur nyenyak di tempat tidur. Meski baru berusia lima belas tahun, anak gadis Lastri itu memiliki badan yang bagus. Joko mendekat ke tempat tidur lalu menarik selimut yang menutupi tubuh Siska. Sesuatu dalam dirinya mengeras ketika melihat paha Siska yang mulus dia mulai sibuk membuka celananya.

“Om Joko, apa yang Om lakukan di sini?” Siska terbangun dan kaget mendapati Joko menindihnya. Lebih kaget lagi waktu mendapati tubuhnya dan tubuh Joko telanjang.

“Diam kau anak setan!” Bentak Joko marah, bau alkohol tercium tajam dari mulutnya. Siska hanya bisa merintih dan menangis.

“Om Joko memperkosa saya, Ma!” Siska melapor pada Mamanya. Saat itu Joko sedang bekerja di kantor.

Plak!

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Siska.

“Jangan bicara sembarangan kamu! Dasar anak gila! Mas Joko tidak mungkin melakukan apa-apa padamu, dia menganggap kamu anak kandungnya.” Bentak Lastri.

“Tapi, Ma! Aku…”

“Diam Siska! Mas Joko itu baik, Dia memang sering memukuli mama Kalau mabuk. Tetapi dia mencintai mama dan juga kamu. Berhenti memanggil dia om. Panggil dia papa. Dia suami Mama”

Siska diam mendengar perkataan mamanya. Dia mengelus pipinya yang sakit. Ya Tuhan! Kemana lagi dia harus mengeluh? Sudah empat kali dalam sebulan ini Joko menggagahi tubuhnya. Tiba-tiba matanya tertuju pada sebilah pisau di dapur.

 

*

“Siska apa yang kau lakukan? Kenapa kau memegang pisau?” Perempuan yang tidur di samping laki-laki itu terbangun. Dia menatap perempuan itu terseyum.

“Dasar anak gila!! Apa yang kamu lakukan pada mas Joko?” Perempuan itu berteriak kencang begitu melihat tubuh laki-laki yang di sampingnya berdarah, leher laki-laki itu putus.

“Siskaaaa… Apa yang kau lakukan pada mas Joko?” Perempuan itu berteriak histeris melihat leher laki-laki disampingnya berdarah apalagi melihat dia memegang sebilah pisau daging tajam yang berdarah. Dia tersenyum dan menatap perempuan yang berteriak itu dingin. Perempuan itu juga harus mati! Yah harus mati.

“Maafkan aku, Ma! Aku harus membunuhmu juga. Kau tidak berbuat apa-apa saat tahu laki-laki ini memperkosaku.” Dia menatap perempuan itu penuh kebencian. Diayunkan pisau daging itu ke leher perempuan itu, mengiris habis nadi jungular karotisnya. seketika darah bercucur. Dia tersenyum puas! Misinya selesai.

*

TAMAT

Depok, Desember 2011 (Dengan beberapa perubahan berarti hari ini)

*Penggalan sajak “Kami bertiga” by Opa Supardi Djoko Damono

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s