perfume

Dia memandang botol parfum di tangannya. Terngiang lagi perkataan Nyai Ronggeng yang memberikan parfum itu kepadanya.
“Semprotkan parfum ini di bagian belakang telinga kanan. Ingat satu semprotan saja!”
Dia tersenyum, dengan parfum ini takdirnya akan berubah, dia tak lagi Boy bujangan lapuk yang tak laku-laku. Dalam hati dia berterima kasih kepada Ujang teman sesama tukang ojek yang memberikan info tentang dukun sakti yang memberikan parfum itu padanya. Tanpa banyak berpikir lagi dia menyemprotkan parfum itu ke bagian bawah telinga kanannya. Ah satu semprotan lagi sepertinya tak masalah, pikirnya mengindahkan peringatan Nyai Ronggeng. Dengan cepat dia menyemprotkan parfum itu lagi di tempat yang sama lalu dengan penuh percaya diri dia keluar dari kamarnya.
“Satu semprotan parfum ini akan membuat perempuan yang melihatmu akan melakukan apa saja untuk mendapatkan cintamu.” Terngiang lagi kata-kata nyai Ronggeng.
Namun, sesuatu yang ganjil terjadi ketika dia berjalan dan bertemu dengan perempuan-perempuan cantik di jalan.
“Sial aku ditipu nyai Ronggengs sialan itu!” umpatnya marah mendapati tak satu pun perempuan yang memandangnya penuh minat. Dengan kesal dia masuk ke sebuah warung, beberapa laki-laki yang sedang makan memandangnya penuh minat.
Jauh di pondoknya Nyai Ronggeng menepuk jidat.
“Astaga, sepertinya aku lupa bilang ke Boy dua semprotan akan membuat laki-laki bernafsu padanya!”

Advertisements

Prompt #9 Parfum

24 thoughts on “Prompt #9 Parfum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s