Prompt11- Nota

Dia mencari-cari. Di balik bantal, di bawah kolong tempat tidur, di laci lemari, di sudut-sudut apartemennya, di mana-mana tetapi hasilnya nihil. Nota yang dia cari tak ada. “Astaga! Dimana kusimpan benda sialan milik Luky itu?” Dia berkata keras pada diri sendiri, berharap dengan begitu nota itu muncul sendiri di depan batang hidungnya. Dia terduduk di sofa ruang tengah, air matanya perlahan jatuh menyusuri pipinya yang mulus.

Otaknya mulai bermain permainan bagaimana kalau yang rumit.
Bagaimana kalau nota itu dilihat Bino? Bagaimana kalau dia tidak terima kenyataan aku dan Luky? Bagaimana kalau Bino meninggalkanku karena tahu tentang Luky? Dia menarik napas panjang memikirkan Luky lalu Bino. Luky yang hadir di dalam hidupnya sejak lama, Luky yang tak pernah dia cintai tetapi tak pernah dia sanggup meninggalkannya. Luky yang akhirnya bisa pergi. Bino satu-satunya laki-laki yang dia cintai. Bino laki-laki pertama yang membuat dia merasa spesial menjadi perempuan. Bino yang akan membuatnya mati jika laki-laki itu pergi. Dia merasakan pikiran-pikiran itu berubah menjadi pencetus rasa sakit di hipotalamus dan kini dia merasa pusing.

Ding dong! Ding dong! Ding dong!

Bel berbunyi, tak salah lagi itu pasti Bino. Dia berdiri dari duduknya dan menyusuri setiap ruangan berharap nota itu ada. Dia menyerah mencari dan membuka pintu.
Wajah tampan Bino tersenyum ceria ketika dia membuka pintu.

“Pagi, Luna! Maaf aku telat, aku ke gereja dulu!” ujar laki-laki itu. Gereja? Ahaa dia ingat dimana dia menyimpan nota itu. Dia tersenyum pada Bino.

“Masuklah! Aku akan membuatkanmu kopi,” pintanya lalu segera melangkah cepat ke dalam kamarnya. Dia mengambil kitab suci di sudut meja rias dan membukanya. Sebuah nota terselip di situ. Segera dia mengambil nota itu dan merobek-robeknya. Nota bukti pembayaran operasi kelamin Luky menjadi Luna kini telah tiada..

Advertisements

7 thoughts on “Prompt11- Nota

  1. kok ga konsisten ya Bino apa Beno nih?

    kejutannya kurang cetar. tp alurnya rapih bgt. hihi

    kalau ” hipotalamus” perlu ditulis miring ga ya? atau ada penjelasannya mungkin. Tq

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s