Prompt 11 Siang yang panas

“Kita harus melakukannya, Las!” Kataku sedikit memaksa, Lastri mendesah, perempuan itu duduk tak tenang di kursi di depanku. Wajahnya gelisah seperti wajah laki-laki muda sedang menanti kelahiran anak pertama yg telah didiagnosa dokter takkan selamat. Tangannya yang tadi bertautan di atas meja Coffee Bento tempat kami biasa berkencan kini mengetuk-ngetuk meja itu. Dua gelas jus  tak tersentuh terletak di atas meja bagai dua orang kekasih yang kesepian, aku maupun Lastri enggan menyentuh jus itu. Siang yang menggarang di bulan September membakar apa saja yang berjalan masuk ke stasiun Gambir. Panas itu juga membuat keringat muncul di dahi dan hidung mancung Lastri.
“Aku tidak ingin melakukannya!” katanya lirih tetapi tegas. Gantian aku yang mendesah.

“Ayolah, Las. Kau pikirkan lagi,” bujukku lembut memegang tangan kanannya. Dia menarik tangannya serentak membuat bunyi lumayan keras di meja. Beberapa orang menoleh ke arah kami, ingin tahu. Keringat makin banyak di wajah lastri.

“Ya sudah minumlah dulu jus ini! Bisa bikin kau tenang dan tak dehidrasi.” Aku mendorong gelas berisi jus nenas. Tanpa banyak kata Lastri menarik gelas jus itu dan meletakkan sedotan di mulutnya. Aku tersenyum senang melihat dia menghabiskan minuman itu.

“Baiklah, kalau kau tak mau melakukannya tak apa. Pelayan!” kataku lalu memanggil pelayan. Seorang perempuan muda berbedak tebal menghampiri kami.

“Ada yang bisa saya bantu, Pak, Bu?” kata pelayan itu.

“Bawakan nota! Aku ingin membayar,” kataku. Lastri memandangku sinis.

“Aku akan menghubungimu besok.” Aku memegang tangan Lastri, lagi-lagi perempuan itu menghalau. Pelayan tadi kembali muncul mengantarkan sebuah nota, aku merogoh saku mencari dompet.

b65c6-img-20130402-02576

Lastri tiba-tiba berdiri.

“Astaga, Joko! Kau memang  goblok, jus nanas yang tadi kuminum tak mampu menggugurkan kandunganku. Bahkan  nanas mentah pun diragukan khasiatnya, sampaikan salam pada istrimu!” katanya sinis dan melangkah keluar restaurant.

Advertisements

14 thoughts on “Prompt 11 Siang yang panas

  1. Lastri disuruh menggugurkan kah, mbak ? maksudnya, si Joko mau menggugurkan kandungan Lastri, dg memberi minum jus nanas ya ? btw, memang benar ya, nanas muda bisa buat menggugurkan? *kepo* 😀

  2. Idenya udah bagus. Tapi ada beberapa penulisan yang keliru. Seperti kata yang dobel (dengan dengan meja kami).

    Dan mungkin penambahan koma untuk memperjelas kalimat juga bisa dilakukan. 🙂

  3. kuperhatikan, mbak ajen suka sekali sama tokoh Joko ya… aku jadi kebayang2 temen kantor suamiku setiap baca cerita mba yagn ada Jokonya 😀

    btw, kok aku bacanya kayak ngawang2 gitu ya? maksudnya, kayak kurang kuat aja gitu idenya. intinya sih dapet, twistnya juga ada, tapi ya itu tadi kok kurang kuat aja idenya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s