Prompt 12 #Konde

Setelah membaca bedah karya di MFF, saya pun berpikir meremake ulang karya saya :D. Makasih semua masukannya saya simpan dan catat hihihi..

Soal Typo, saya pernah dibilang menderita disleksia ringan karena saya juga kadang baca sesuatu jadi terbalik.. dan memang saya  selalu membuat typo tetapi nanti akan dilihat lagi dehh 😀 Karena banyak yang ga puas denganendingnya, maka endingnya saya ubah 😀

Salam

Versi Remake

Pagi ini ketika hendak mengambil tempat beras yang kosong di lemari makan, aku terkejut saat aku secara tak sengaja menyenggol sesuatu yang besar dan menyembul

Astaga! Konde? Tapi, siapa yang pakai konde di rumah ini? Aku memandang konde tradisional itu dengan takjub. Ada tiga hiasan yang aku yakin terbuat dari emas murni. Seumur hidup aku tak pernah melihat konde sekuno ini. Lalu milik siapa konde ini? Apakah milik Nyonya Wulan? Ah  rasa-rasanya tak  mungkin. Nyonyaku itu berambut panjang dan tak pernah sekali pun kulihat dia menyanggul rambut apalagi memakai konde.

Lalu konde ini milik siapa? Jangan-jangan ini konde pelet Tuan Joko untuk menggaet Nyonya Wulan yang jelita itu? Pikiran terakhir terdengar masuk akal bagiku. Tuan Joko berkulit gelap dan berwajah biasa saja, hidungnya sama sekali pesek, megingatkan aku pada sosok Budi Anduk yang sering aku tonton di sela-sela kesibukan membantu urusan rumah tangga pasangan yang menikah dua tahun lalu itu. Sedangkan Nyonya Wulan, beliau adalah jelmaan bidadari yang turun ke bumi, wajahnya ah bagaimana aku menggambarkannya? Pokoknya aku saja yang seorang perempuan ini kepincut melihat kecantikannya yang luar biasa itu. Tak salah lagi konde ini adalah pelet, kalau tidak mana mungkin Tuan Joko yang jelek itu mampu memperistrikan wanita jelita? Ah, tapi mungkin saja, sih. Tuan Joko itu kaya sekali, mobilnya saja ada empat.

“Minah apa yang kau pegang itu,” suara Nyonya Wulan terdengar tiba-tiba. Aku terkejut dan menoleh ke arah Nyonyaku. Matanya bercahaya memandang konde di tanganku. Dengan cepat dia meraih konde itu.

“Dimana kau temukan konde ini, Minah?” Matanya berkaca-kaca.

“Di balik tempat beras di lemari makan, Nyonya,” kataku takut-takut.

“Sialan! Jadi di sana mahluk rendahan itu menyimpan konde saktiku ini?” Raut wajahnya yang jelita berubah merah. Urat-urat menyembul di wajahnya. Dengan sigap dia memasang konde itu di kepalanya. sebuah cahaya muncul. Beberapa saat kemudian sosok  Nyonya Wulan berganti baju. Dia memakai kebaya dan kain yang terbat dari emas. Tubuhnya bercahaya.

“Terima kasih, Minah telah menemukan kondeku. Kini, aku harus kembali ke khayangan.” Tubuh majikanku terangkat ke udara, makin lama main tinggi. Aku menatap tanpa berkedip lalu sebuah cahaya besar menyilaukan mataku. Begitu terbangun, aku kaget mendapati diriku duduk di sebuah pohon dengan seekor monyet. Monyet itu menatap marah padaku.

“Bodoh kau, Minah! Kalau bukan karena kau kita akan terus menjadi manusia. Tahukah kau aku mencuri konde sakti itu dan mengubah kau dan aku menjadi manusia. Sekarang kita berdua akan mati sebagai kera selamanya.” Aku bergeming dan memandang tanganku yang ditumbuhi begitu banyak bulu.

Tamat

Versi Asli

Pagi ini ketika hendak mengambil  tempat beras yang kosong di lemari makan, Aku terkejut saat aku secara tak sengaja menyenggol sesuatu yang besar dan menyembul 

Gambar Model Sanggul Tradisional

Astaga! Konde? Tapi, siapa yang pakai konde di rumah ini? Aku memandang konde tradisional itu dengan takjub, ada tiga hiasan yang aku yakin terbuat dari emas murni. Seumur hidup aku tak pernah melihat konde sekuno ini. Lalu milik siapa konde ini? Apakah milik Nyonya Wulan? Ah ga mungkin, Nyonyaku itu berambut panjang dan tak pernah sekali pun kulihat dia menyanggul rambut apalagi memakai konde. Lalu konde ini milik siapa? Jangan-jangan ini konde pelet Tuan Joko untuk menggaet Nyonya Wulan yang jelita itu? Pikiran terakhir terdengar masuk akal bagiku. Tuan Joko berkulit gelap dan berwajah biasa saja, hidungnya sama sekali pesek, megingatkan aku pada sosok Budi Anduk yang sering aku tonton di sela-sela kesibukan membantu urusan rumah tangga pasangan yang menikah dua tahun lalu itu. Sedangkan Nyonya Wulan, beliau adalah jelmaan bidadari yang turun ke bumi, wajahnya ah bagaimana aku menggambarkannya? Pokoknya aku saja yang seorang perempuan ini kepincut melihat kecantikannya yang luar biasa itu. Tak salah lagi konde ini adalah pelet, kalau tidak mana mungkin Tuan Joko yang jelek itu mampu memperistrikan wanita jelita? Ah, tapi mungkin saja, sih. Tuan Joko itu kaya  sekali, mobilnya saja ada empat.

“Minah apa yang kau pegang itu,” suara Nyonya Wulan terdengar tiba-tiba. Aku terkejut dan menoleh ke arah Nyonyaku. Matanya bercahaya memandang konde di tanganku. Dengan cepat dia meraih konde itu.

“Dimana kau temukan konde ini, Minah?” Matanya berkaca-kaca.

“Di bawah tumpukan baju Tuan, Nyonya,” kataku, takut-takut. Nyonya Wulan memegang tanganku.

“Terima kasih, Minah. Dengan begini aku bisa kembali ke khayangan.” Dengan cepat dia memasang konde itu di kepalanya, sebuah cahaya muncul dan Nyonya Wulan berubah menjadi seorang perempuan berkebaya hijau yang luar biasa. Dia menatapku dengan tatapan aneh.

“Maaf, Minah aku harus membunuhmu aku tak mau Joko jelek itu tahu kau menemukan konde ini. Dia akan menangkapku sebelum aku tiba di khayangan. Aku tak mau hidup di dunia dengan jin jelek itu.” sebuah cahaya keluar dari matanya lalu semuanya berubah gelap.

Jumlah kata : 347

Advertisements

32 thoughts on “Prompt 12 #Konde

  1. dengan mengabaikan beberapa typo2 ini ide cerita emang mainstream tp dibungkus dg alur berbeda. boleh aku bilang keren? *tapi typo2nya benerin dulu mbak* :))

  2. “Pokoknya aku saja yang seorang perempuan ini kepincut melihat kecantikannya yang luar biasa itu,”
    Ah, andai saja si Minah ini benar-benar lesbian dan Nona Wulan mencintainya, lalu membawanya ikut serta ke khayangan, tentu makin dramatis #AbaikanSaja pemikiran ngawur ini :mrgreen:
    Btw, saya suka ama cerita ini. 🙂
    Tentunya typo memang tetep harus diperbaiki mbak. Di skripsi aja, kalau ada salah typo langsung dicoret-coret ama dosen pembimbing. Apa lagi si sastra? :mrgreen:

    • Wahahahahahahaha iya sih, Mas tetapi masa sih bidadari lesbong?
      Hehehehheehhe
      Iya nihh saya emang suka typo 😥
      Nanti diperbaiki duluu dehh sebelum dipublish
      Makasih sudah singgah, Mas

  3. Bgitu baca Ny Wulan bisa kmbali k khayangan pake konde, lngsung keinget joko tarub n nawang wulan..
    kalo Nawang Wulan pake selendang, Ny. Wulan pake konde.. Hehee..
    Sipp idenya.. 🙂

    btw, ntu tanda baca yg prtama: titik ato koma ya?

    sama itu “Apakah milik Nyonya Wulan?” Apakah milik-nya knapa di italic? *bingung

  4. hehe lucu. tapi kenapa si bidadari jahat pakai bunuh minah segala… padahal minah udah berjasa menemukan kondenya sehingga dia bisa balik ke kahyangan…

  5. kenapa si Minah ga dihilangkan aja memorinya? jadi dia ga inget apa2. daripada dibunuh, kan kasian. tapi daripada ntar dia dibunuh si tuan joko sih ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s