Prompt 13 Tatapan Bapak Itu!

Aldo berlari kencang, napasnya memburu, degup jantungnya kuat dan cepat, kelenjar sebasea* tak hentinya memproduksi keringat membuat tubuhnya basah. Dia berhenti di warung milik Ahmad. Laki-laki tua yang sedang merokok itu mengerutkan kening dan menatap Aldo dari atas kepala sampai ujung kaki.

“Kenapa kau, Do? Lari-lari kaya kesetanan?”

“Bapak saya …ingin membunuh saya,… Dia mengejar saya … sambil menenteng sebilah parang,”Ahmad memandang Aldo tak yakin.

“Sudah kau duduk dulu. Atur napasmu! Bicara yang benar,” perintah Ahmad sambil menepuk2 bangku di sampingnya.. Aldo duduk dan mengatur napasnya. Ahmad memandangnya tajam.

Prompt 13

“Kenapa kau memandangiku begitu? Jangan2 kau teman Bapakku” Suara Aldo meninggi, dia bangkit dan meraih kerah baju Ahmad.

“Dasar pemuda malas! Karena tak kerja kau merampok dan membakar warungku.” Suara Ahmad juga meninggi, urat di pelipisnya menegang.
Buk! Satu pukulan mendarat di pipi Ahmad, lelaki tua itu jatuh ke lantai.

“Mati kau! Makanya jangan mencoba membunuhku!” Teriak aldo, dia hendak memberi satu pukulan lagi ketika Bastian datang.

“Hey Aldo, Ahmad. Jangan bertengkar!” Laki-laki berseragam putih itu menghalau keduanya dan mendudukkan Ahmad di kursi.

“Dia orang suruhan Bapak yang ingin membunuh saya, Bruder* Bastian.” Aldo menunjuk ke arah Ahmad.

“Dia memukul saya dan mau membakar warung saya!” Ahmad berteriak keras. menunjuk-nujuk ke arah Aldo.

“Coba lihat warung saya, Bruder sudah terbakar semua.” Bastian menghela napas memandang ruang makan wisma gatot kaca RS Jiwa Bogor. Dia melihat Ahmad lelaki tua yang depresi berat karena warung dan rumahnya terbakar sering berhalusinasi masih memiliki warung itu lalu memandang Aldo pasien Scizoprehnia yang selalu berhalusinasi Ayahnya ingin membunuhnya.
Keduanya pasti tidak meminum Haloperidol* tadi siang.

Tamat

*Haloperidol : obat halusinasi.
*Sebasia : kelenjar yg menghasilkan keringat.
*Bruder : panggilan untuk perawat pria.

Advertisements

21 thoughts on “Prompt 13 Tatapan Bapak Itu!

  1. semula mau protes karena kok ceritanya seperti ‘melompat’, tapi setelah baca sampai habis, baru ngeh. Namanya juga orang-orang yang pikirannya terganggu, bisa aja tiba-tiba marah atau mengkhayal. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s