Prompt14-Saat Malam Bersalju

Prompt 14

Malam 27 Desember salju turun dengan lebat. Pekarangan rumah seluruh desa Oak  memutih, benar-benar bisnis besar bagi para pengeruk salju. Cahaya lampu warna-warni ornamen sisa natal berkelap-kelip, menerangi jalan utama tertutup salju yang membelah rumah-rumah kecil khas desa itu.  Suasana suram mencekik ruang tamu keluarga Jones. Bill  Jones berdiri, memandang badai salju dari jendela ruang tamu. Laki-laki itu mengerutkan kening dan memicingkan mata, sesekali dia menghela napas panjang. Aku bisa mendengar suara jantungnya yang bertalu-talu. Matanya awas menatap sebuah hitam yang menjauh dari pekarangan rumahnya. Di sofa merah, duduk sambil memegang kedua pipinya Ruth Jones sang istri, matanya berkaca-kaca, dia juga menghela napas berkali-kali. Dinding-dinding cokelat ruang tamu yang dipenuhi foto seorang gadis kecil seolah-olah mengeram pelan, membuat suasana semakin muram.

“Apa yang harus kita lakukan sekarang?” Ruth bersuara, suaranya lebih mirip lirihan. Air mata perlahan jatuh membasahi kedua pipinya. Bill menatap istrinya sejenak lalu berjalan ke arah sofa tempat perempuan itu duduk. Dengan lembut dia meraih perempuan itu ke dalam pelukannya. Tangis Ruth pecah.

“Akuu takkk percaya kata-kata dokter Wiliam,” Bill mengelus-ngelus kepala istrinya, aku tau dia juga tak percaya kata-kata dokter Wiliam.

“Anak kalian menderita Osteo Sarcoma, kanker tulang stadium akhir. Hidupnya takkan lama lagi,” terngiang-ngiang kata-kata dokter keluarga mereka itu. Perlahan aku meninggalkan mereka dan berjalan ke kamar di lantai atas. Seorang anak kecil sedang terbaring di tempat tidur. Dia menatapku.

“Siapa kau?” tanyanya. Aku tersenyum dan duduk di sampingnya.

“Aku sahabatmu, Calista,” kataku. Gadis kecil itu tersenyum, aku memegang tangannya dan merasa hangat. Tak pernah aku merasa hangat saat memegang tangan manusia lain selama ribuan tahun bekerja sebagai malaikat yang menemani manusia yang akan meninggal.

The End

Advertisements

16 thoughts on “Prompt14-Saat Malam Bersalju

  1. – Seorang anak kecil sedang tertidur di tempat tidur. Dia menatapku.-

    Kalau tertidur kenapa bisa menatap. Maksudnya berbaring yah?

  2. desa saljunya baru sebatas hiasan, belum menjadi ide pokok cerita. lumayan untuk membangun suasana. tapi kalau suasananya diganti rumah sakit, taman bunga, pemukiman kumuh… ceritanya tetap akan tentang Calista yang mau dijemput.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s