Prompt 15 Too much love will kill you

“Suster Amel, dimana dokter Danu?” Bu Marina salah satu ibu pasienku tergopoh-gopoh masuk ke nurse stasion. Aku yang tengah meluruskan badan sehabis memberikan obat pada pasien di seluruh ruangan menatap perempuan itu was-was.

“Ada, Bu. Ada apa yah?” tanyaku. Perempuan itu menatapku kalut.

“Katanya mau menjelaskan tentang test buat Adrian.” Sinar polos sekaligus khawatir terpancar dari mata hitam perempuan itu. Dia melongokkan kepala ke arah ruang dokter

“Ibu  tunggu di sini yah, Bu. Saya panggil dokter Danu dulu!” ujarku. Bu Marina mengangguk. Aku melangkah pelan menuju ke ruangan dokter Danu.

Adrian, baru berusia 25 tahun. Dia masuk rumah sakit seminggu lalu karena hepatomegali−pembesaran hati akibat bakteri TBC menyerang hepar. Hasil X-Ray menunjukkan kedua paru-parunya dipenuhi infiltrak pertanda diserang peneumonia. Test BTA-Sputum juga positif pertanda dia menderita TBC. Hasil SPGOT hatinya juga meningkat, pertanda hatinya ikut terinfeksi. Pasien itu menjadi perhatian perawat dan doter di ruangan.

“Anak Ibu pergaulannya bagaimana?” tanyaku saat mengkaji pertama kali.

“Baik, Sus. Rajin sholat, ga pernah rokok apalagi minuman keras. Kok dia bisa sakit parah kaya gini yah?” jawab Marinasedih. Adrian terlihat malu saat mendengar perkataan Ibunya itu.

“Dok, Bu Marina nungguin buat test Elisa Adrian, tuh,” ujarku pada sesampainya di ruangan dokter Danu. Dokter itu memandangku.

“Ga perlu test juga kayanya si Adrian itu positif B20*.” Aku hanya menghela napas.

***

Seperti biasanya, pukul sepuluh siang aku berkeliling membagi obat ke semua pasienku termasuk Adrian. Ibunya tak terlihat. Laki-laki itu memandangku. Tubuhnya kurus kering, dua infus dipasang masing-masing pada tangan kanan dan kirinya. Selang NGT terpadang di hidungnya. matanya mulai kuning tetapi dia masih sadar dan bisa bicara .

“Sus, saya tahu saya menderita aids,” kata laki-laki itu tiba-tiba. Aku memandang laki-laki itu kaget. Test Elisa masih akan keluar besok. dan meskipun aku tahu hasilnya akan reaktan perkataan Adrian itu mengejutkanku.

“Aku sengaja terkena Aids, Sus. Aku menyuntikan darah kekasihku yang meninggal karena HIV dua tahun lalu.” Aku terkejut mendengar perkataan laki-laki. Aku kehilangan kata-kata. Pelan-pelan laki-laki itu meraih smartphone di meja di samping tempat tidurnya. Dia memberikan smartphone itu padaku.

“Ini kekasih saya, Sus.” Aku meraih samstphone laki-laki itu. Tampak  Seorang pria tampan tersenyum manis padaku. Sayup-sayup terdengar suara maestro Freddie Mercury “To much love will kill you..”

***

NB: FFnya ga banget hahah Cuma mau kasih teman-teman MFF gimana menderitanya orang dengan ODHA. Saya sering banget rawat mereka..

Keterangan : Test Elisa : Test Imun untuk mengecek penderita HIV. Pada orang normal biasanya nonreaktan tetapi pada orang dengan HIV reaktan.

B20: Sebuatan medis untuk HIV

NGT : selang yang dipasang dihidung untuk memberikan makanan.

Advertisements

16 thoughts on “Prompt 15 Too much love will kill you

    • Haha iyaaambak Na makasihh.. tetapi orang dengan ODHA ini baik banget loo 🙂
      Emm kayanya ga dehh .. pokoknya Opa Fredie itu ada biar nyambung ama prompt hahahah

  1. pernah baca anjuran tulislah hal yg paling kamu ketahui, Mbak Ajen inilah salah satu buktinya. makanya cerita2nya selalu kuat.
    e tapi ada ketidakkonsistenan tuh. awalnya pakai saya, lalu ada pakai aku. typo smartphone juga 🙂

  2. bagus begini kok dibilang enggak banget sih….
    tapi mungkin karena ingin menjelaskan beberapa hal, jadi kurang padat di bagian awalnya.

    terima kasih sudah berbagi mbak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s