#prompt21 Cintai Sampai Mati

“Aku mencintaimu! Mencintaimu sampai mati,” bisik Joko pada telinga Lastri. Rambut hitam bergelombang perempuan itu jatuh ke pipinya yang putih.

“Aku tidak suka rambut ini menghalangiku melihat pipimu yang putih,” suaranya terdengar meninggi. Dengan hati-hati laki-laki itu menyisipkan rambut tadi ke belakang telinga Lastri.

“Nah, begini lebih cantik,” gumannya kagum memandang wajah Lastri. Wajah tercantik yang pernah dia lihat seumur hidupnya. Mata cokelat yang selalu berbinar-binar, bibir penuh dan sensual yang selalu merah, hidung yang mancung, rambut hitam bergelombang, dan tulang pipi yang tinggi. Wajah sempurna.

“Kau masih selalu saja cantik, Sayangku. Kau selalu membuatku jatuh cinta setengah mati.” Dengan hati-hati dia menyentuh pipi Lastri. Pipi putih itu terasa dingin dan kaku.

“Besok aku akan membeli penghangat ruangan agar pipimu tidak kedinginan lagi sayangku. Asal kau tetap di sini, tinggal bersamaku selamanya,” gumannya lagi. Dia menoleh ke luar kaca jendela. Langit mulai menghitam seolah seekor gurita raksasa menyemprotkan berton-ton tinta di sana.

“Masihkah kau ingat saat pertama kali aku jatuh cinta padamu? Ah, sebenarnya aku telah menyayangimu sejak kau lahir ke dunia ini tetapi perasaan sayang ini berubah saat kau SMA, saat kau memakai baju seragam putih abu-abu. ” Joko menyentuh dada Lastri hati-hati, “saat itu payudaramu ini sudah mulai membesar.” Tangan Joko berpindah ke bibir Lastri, “saat itu bibirmu ini berubah sensual dan mengundang untuk dikecup.”  Kata kecupan membuat matanya tiba-tiba mendelik. Emosi berkilat-kilat di matanya yang cokelat. Dia meraih bahu Lastri dengan kedua tangannya kasar.

“Seharusnya hanya aku yang boleh mengecupmu. Seharusnya hanya aku yang boleh memegangmu. Seharusnya hanya aku yang boleh memilikimu. Bukan Rudi keparat sialan itu!” Teriaknya lalu mencengkram bahu Lastri sekuat tenaga.

“Apakah kau tak pernah berpikir betapa sakitnya hatiku saat kau bilang akan bertunagan dengannya? Apakah kau tak pernah berpikir betapa aku ingin mati saja waktu matamu menatap Rudi sialan itu penuh cinta? Apakah kau tak pernah berpikir bagaimana perasaanku waktu kau bilang ‘saya bersedia’ di depan pastor? Aku sakit hati Lastri. Aku mati. Apakah tahu betapa hancurnya hatiku? Kau tahu Lastri?” Cengkramannya di bahu Lastri semakin kuat. Namun, Lastri sama sekali tidak memberikan respon.

“Jawab aku perempuan tolol! Jawab aku apakah kau mencintaiku  seperti aku mencintaimu? Jawab aku!” Joko berteriak histeris. Dia mengangkat badan Lastri mendekat ke arahnya yang duduk di kursi di samping tempat tidur Lastri berbaring.

“Kenapa kau diam saja? Jawab aku!” Dengan gerakan cepat dia menghempaskan kembali tubuh Lastri ke ranjang. Krak! Sebuah bunyi cukup besar mengejutkan Joko. Laki-laki itu terperanjat mendapati kepala Lastri terlepas dari lehernya.

“Astaga, apa yang kulaukan? Maafkan akuu!” Dengan cepat dia berdiri dan segera mencari lem kayu di laci lemari di samping tempat tidur.

“Maafkan aku sayangku! Maafkan aku sayangku!.” Air matanya menetes saat mengoleskan lem antara kepala dan leher  Lastri. Daging tubuh Lastri kini mengeras dan mudah retak, efek formalin yang selalu Joko oleskan selama dua tahun belakangan ini.

“Maafkan aku, sayangku! Maafkan aku! Aku janji takkan marah lagi!” Joko menangis memeluk Lastri  yang terbaring pelan-pelan. Di atas meja empat orang tersenyum manis di dalam bingkai foto. Joko, Lastri, dan kedua orang tua mereka.

TAMAT

 500 kata

FF yang lain di sini yahh

Advertisements

52 thoughts on “#prompt21 Cintai Sampai Mati

  1. Dari awal udah kebaca kalau ini necrophile, tapi bagian pas kepalanya putus dan dia berusaha nyambungin lagi itu keren banget. Terus mereka itu sodaraan ya? Incest dong. Necrophilincest! (Seenaknya bikin istilah.)

  2. Saya nangkepnya si cewe mati. Udah itu aja. Ternyata di bagian akhir endingnya si kakak sister complex ternyata.. 😀

    Kereen dan bikin merinding..

    *efek lagu Cinta Mati sebagai soundtrack saat membaca*

  3. Keren, Jen! Meski dr awal udh ketebak si Lastrinya udh mati, tp endingnya bener2 meleset. Aku kira si Aku ini bapaknya Lastri, soalnya dia blg udh jatuh cinta sejak Lastri lahir. Ealah trnyata kakaknya! Dan, yg paling nge-twist adalah kepalanya yg putus terus disambung lagi. -____-

  4. Sekedar info Mbak, di daerah saya di Toraja, kami mengawetkan mayat dengan formalin, tapi nggak dioleskan, melainkan disuntikkan ketika jenazah baru meninggal. Dan itu memang tahan sampai lama. Kenapa harus diawetkan? Yah, namanya juga tradisi, mayat nggak langsung di kubur saat meninggal tapi karena ada acara adat jadi harus menunggu sampai keluarga besar berkumpul dulu. Jadi OOT, maap deh… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s