Tak Bisa Jauh

“LASTRIII!!” Joko berteriak kencang. Seorang perempuan tergopoh-gopoh masuk ke dalam kamar tempat Joko berbaring.

“Ada apa, Ko?”tanya perempuan itu khawatir.

“Kau kemana saja? Jangan jauh-jauh dariku,” ujar Joko lemah. Perempuan itu terdiam, dia hanya memegang tangan Joko. Air mata menetes membasahi kedua pipinya. Matanya memandang sedih laki-laki 87 tahun yang pikun dan rabun itu.

“Kapan kau  sadar Ibu telah lama meninggal, Yah?” batinnya.

banner-kontes-unggulan-63-300x214

Advertisements

15 thoughts on “Tak Bisa Jauh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s