(Giveaway ciuman untuk eros) Percakapan tentang Buah Dada

“Mengapa kalian para pria begitu menyukai buah dada?” tanyamu padaku. Kita telah selesai bercinta, kau berbaring di ranjang dan aku duduk di kursi menghembuskan asap ke udara, merokok. Aku menatapmu sejenak, sementara otakku berpikir.

“Mengapa tiba-tiba kau bertanya begitu?” Aku balik bertanya. Kulihat kau mencelos, kau tentu inginkan jawaban bukan pertanyaan.

“Hanya ingin tahu mengapa, tidak bisakah kau menjawab pertanyaanku dengan karena bukan balik bertanya mengapa?” katamu kemudian. Aku tertawa, kumatikan rokokku di asbak putih di atas meja di samping tempat tidur lalu mendekat dan berbaring di sampingmu.

Hemmm, mungkin karena meraka lembut dan kenyal,” kataku, membuat kau mendelik sebel.

“Alasan tak jelas. Aku butuh alasan spesifik. Ayolah mengapa kalian para pria menyukai buah dada perempuan? Mereka hanyalah buah dada yang akan menyusut seiring dengan bertambahnya umur.” Kau bertanya lagi ngotot, aku mendekat mencium dahimu sejenak, lalu berbaring miring menatap ke arahmu.

“Entahlah aku juga kurang tahu, mungkin karena insting,” Aku memberimu senyuman manis. Kau kelihatan tidak puas.

Insting? Maksudmu?” Kau mendelik, menampilkan ekspresi tak puas. Aku mendesah.

“Kau tahu apa yang dicari seorang bayi ketika pertama kali diletakkan di tubuh ibunya sehabis dia keluar dari rahim?” Aku berpikir sejenak.

“Buah dada?” Suaramu terdengar ragu-ragu. aku mengangguk, tersenyum.
“Yah, kamu benar, buah dada adalah yang pertama kali dicari oleh setiap bayi.

“Terus apa hubungannya?” Kau terlihat bingung.

“Kita manusia adalah mahluk mamalia, mahluk yang menyusui pada induknya. Mungkin alasan kami menyukai buah dada adalah karena insting kami itu. insting mencicipi kembali payudara. Insting yang kemudian berubah menjadi kerinduan mencicipi kembali buah dada ibu setiap melihat payudara perempuan,” kata-katakku menghadirkan kebingungan di wajahmu.

“Lah kalo begitu bagaimana dengan kami perempuan? Kami juga menyusui tetapi kami tidak begitu tertarik dengan buah dada” katamu kemudian. Aku tertawa,

“Itu karena kalian memilikinya. Sedangkan kami tidak. Dan percaya atau tidak kalian sebagai perempuan sangat senang jika kami para pria bermain-main dengan buah dada kalian,” kau memonyongkan bibirmu, kesal. Aku tertawa dan memberikan ciuman panjang di bibirmu. Kau melepaskan ciuman dengan serentak.

“Jadi itukah alasan kau menyukai buah dada perempuan?” Kau bertanya lagi. Aku membelai bibirmu dengan ujung jariku.

“Kami para pria menyukai buah dada perempuan karena kalian para wanita menginkan kami para pria untuk menyukai buah dada kalian. Karena sesungguhnya perempuan diciptakan untuk menyenangkan kaum lelaki..” Kataku disambut timpukan bantal darimu.

“Dasar!” Kau memukulku berkali-kali dan aku tertawa.

“Bukankah kau menikmati setiap kali aku mempermainkan buah dadamu?”

“Huh, diam kau.” Kau kembali memonyongkan bibirmu. Dengan cepat kusambar bibirmu dan memainkan dadamu dengan jemariku. Kau mendesah. Aku melepaskan ciuman dan menatapmu.

“Kau suka kan?” godaku. Kau tersenyum dan menarik bibirku mendekat ke arahmu.

Advertisements

2 thoughts on “(Giveaway ciuman untuk eros) Percakapan tentang Buah Dada

  1. buatku cerita ini nggak hot (uups) melainkan sensual. saat membaca kisah Ajen dalam benakku tidak muncul bayangan seksual. justru aku jadi berpikir, “ya, apa benar itu alasan pria menyukai payudara?”. dan menurutku alasan yang dikemukakan bener banget. “Karena perempuan punya, lelaki tidak. Perempuan suka ketika (payudaranya) disukai.” Klop lah. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s