Cerfet Lumpuhkanlah ingatanku

Cerita sebelumnya

 

Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskan tentang dia

Hapuskan memoriku tentang dia

Hilangkanlah ingatanku jika itu tentang dia

Ku ingin kulupakannya

 

Alya ingin menghancurkan radio buluk milik  Dina, saat mendengar lagu Geisha itu diputar. Dia segera ke kos sahabatnya itu setelah melihat cara Rio dan Ibunya berdansa dan menatap mesra. Dina sedang tidak ada di kosan, Alya bersyukur, dia butuh sendirian. Dia ingin sendirian di saat seperti ini. Suara Momo, vokali Geisha mulai mendaraskan bait keramat itu lagi..

Hilangkanlah ingatan itu jika itu tentang dia..

Bayangan tidur di dada Rio, bayangan menghabiskan waktu dengan Rio.

Air matanya mulai jatuh. Dia terisak.

“Mengapa, Tuhan? Mengapa aku harus jatuh cinta pada laki-laki yang lebih tua, yang lebih mencintai Ibuku?”  Tuhan tak pernah salah, Yang salah adalah manusia, Aya tahu itu. Dia mulai berteriak marah.

“ Brengsek kalian semua! Brengsek Ibuku yang masih mencintai laki-laki masa lalunya. Brengsek Rio yang gampang dicintai Brengsek Aku yang mencintai Rio. Brengsek! Brengsek! Brengsek!” Air mata kembali membasahi pipinya. Kalau saja dia tidak membaca buku harian Ibunya, kalau saja dia tidak mengenal Rio, kalau saja Ayahnya masih hidup, kalau saja dia tidak jatuh cinta. Kalau saja Ibunya Tidak mencintai Rio.  Alya mengeyahkan pikiran kalau saja itu. Kalau saja hanyalah angan-angan.

Suara Momo Geisha diganti penyanyi lain. Alya terpekur. Tidak aku tidak bisa melumpuhkan ingatanku. AKu mencintai Rio. Aku mencintai Rio lebih dari pada apapun. Dan dia tahu meski mungkin Rio tidak mencintainya ada orang yang akan selalu mencintainya sepenuh hati.  Kasih Ibu sepanjang masa. Ibunya pasti lebih mencintai dirinya daripada Rio. Seorang Ibu akan melakukan apapun untuk anaknya. Itu pasti.  Kini dia tersenyum, dengan segera dia meraih handphonenya Berpuluh-puluh pesan masuk ke kotak masuk. Berpuluh-puluh panggilan tak terjawab. Dia mengetik pesan ke Ibunya.

“Bu, Alya akan pulang kalau Ibu berjanji merelakan Dio untuk Alya.”

Dengan pasti dia menekan tombol send.

***

Ratih tergagap membaca pesan yang masuk ke dalam handphonenya. Dio memandangnya. Laki-laki itu segerra kembali ke rumah Ratih begitu tahu Alya menghilang.

“Ada apa, Tih? Alya menghubungimu?”

“Dio, Jangan pernah menghubungiku lagi. Aku tak ingin kehilangan Alya. Dia mencintaimu. Aku memilih kehilanganmu daripada kehilangan Alya.” Ratih terduduk di sofa ruang tamunya dan mulai  menangis

“Tih, kau baik-baik saja?” Dio berjalan mendekat ke arah perempuan yang masih dicintainya itu.

“Apa yang Alya tulis, Tih?” Dio meraih handphone Ratih dan tergagap membaca pesan Alya. Kenangan masa lalu kembali ke benaknya.

 

“Kau tak pantas pacaran dengan Ratih! Kau hanyalah pemuda tak jelas juntrungannya. Pemuda miskin yang mendekati Ratih untuk uang. Sama seperti Kinansih Ibumu.” Kata-kata Ibu Ratih dulu. Kata-kata yang membuat harga dirinya terluka apalagi sampai membawa nama Ibu yang sangat dia cintai. Otaknya tiba-tiba berpikir? Dia tak pernah berpikir mengapa Ibu Ratih tahu perihal Ibunya?

“Dio pergilah! Kita mungkin tak pernah bersatu!” Ratih memandangnya dengan terluka. Hati Dio hancur berkeping-keping melihat tatapann Ratih. Tatapan yang sama saat dia memutuskan hubungan mereka dulu di stasiun. Guntur terdengar dari langit malam. Hujan tahu-tahu mengguyur bumi. Dio terpekur. Saat itu juga Hujan. Bedanya kala itu Ratih yang meninggalkannya sekarang dia yang meninggalkan Ratih. Namun sakit di hatinya tetap sama, sakit karena kalah memperjuangkan cintanya. Dia meraih hanphonenya dan mengetik pesan singkat pada Alya.

“Alya aku mencintai Ibumu. Aku pun akan melakukan apapun agar tetap bersamanya meski dia lebih memilih melepaskan aku untukmu.”

Hujan makin deras. Dio berlari ke arah mobilnya. Aku harus bertemu Ibu Ratih, pikirnya.

 

Advertisements

2 thoughts on “Cerfet Lumpuhkanlah ingatanku

  1. Pingback: Cerfet #MFF : Labirin Rasa | AttarAndHisMind

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s