Cinta Monyet

Tahun 2003, Saat aku duduk di bangku SMA, aku jatuh cinta pada teman masa kecilku Ayu. Kurasa aku telah bertemu dengan cinta dalam hidupku.
Kuingat, kami sering duduk di bangku taman dekat rumah. Aku memainkan gitar, dia dan suara merdunya bernyanyi. Favorit kami tentu saja lagu Eagles

I was standing All alone against the world outside
You were searching For a place to hide
Lost and lonely
Now you’ve given me the will to survive
When we’re hungry, love will keep us alive

Dan aku akan ikut menyanyi penuh jiwa raga saat sampai  di bagian,

I’ll die for youu.
Climb the highest mountain.
Baby, there’s nothing I wouldn do..

Lagu itu menjadi lagu cinta kami. Hal paling romantis yang kami lakukan adalah saat lulus SMA kami menulis menggunakan pilox di tembok yg membatasi taman kota
“Andi mencintai Ayu dan akan melakukan apapun bahkan mati hanya untuk Ayu.”
Dua tahun kemudian kami berpisah.
10 tahun kemudian Ayu menikahi pria lain dan tulisan itu tetap ada di tembok taman kota membiarkan dirinya dibaca hampir seluruh warga kota.

Advertisements

2 thoughts on “Cinta Monyet

  1. tidak hanya saat cinta monyet, usia berapa pun itu kalau namanya jatuh cinta pasti akan merasa bahwa cinta adalah satu2nya hal yang terpenting 🙂 because …love will keep us alive…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s