Tentang Hati part1

Ruteng, Pagi, dan Januari adalah perpaduan yg pas untuk membekukan sel-sel tubuh, begitulah pikir Alex ketika dia memanaskan mesin motor bebeknya. Jaket wol tebal hasil menjarah barang lelang di pasar inpres, yang dikatakan penjualnya terbuat dari bulu beruang, tidak mampu mengusir hawa dingin.
Buku-buku jari tangannya memutih, asap putih keluar dari mulutnya setiap kali dia bernapas, stang motor terasa seperti es batu.
“Cuka ra’a betul, tah!” Dia memaki, entah pada siapa. Dia memandang casionya, pukul 06.30 pagi. Dia cepat-cepat menyalakan motornya, tak lucu kalau dia terlambat di hari pertamanya sebagai guru.
***
Siska memperhatikan bayangannya di cermin. Rambut panjang lurus hasil smothing, bibir mengkilat hasil lip gloss, mata smockey eyes hasil pensil alis, tak lupa semprotan parfum. Dia merapikan seragam putih dan membetulkan rok abu-abunya, melihat sekali lagi ke cermin.
“Sempurna!” ujarnya senang. Dia meraih blackberrynya di atas meja kamar, menekan icon camera, mulai berpose. Mata dilebarkan, senyum dikulum, jari telunjuk tangan kiri di dagu.  Setelah itu dia membuka profil BBM, mengganti display picture dengan foto barusan. Tak lupa dia menulis display message
“H@ry p3rtam@ S3kolah”
Dia mengklik beberapa BBM belum terbaca. 10 broadcast add pin dua bbm dari Ayu dan Elis.
“Siskaaaaa.. Sudah jam 7 cepatt!” Suara ibunya terdengar menggelegar. Siska memperhatikan bayangannya di cermin lagi, setelah puas dia melangkah ke luar kamar.
Wangi masakan Mamanya menguasai dapur.  Papanya sudah siap dengan baju dinasnya di meja makan, ruang tengah. Mamanya mendelik ketika melihatnya.
“Kau gila, kah? Ruteng sudah macam kutub utara di luar, kau tidak pake jaket.” Siska merengut.
“Mama, nih, tah. Sa tidak dingin juga.”
“Enu* tidak takut masuk angin,kah? Sana pergi pake baju panas dulu!” Papanya ikut berbicara. Siska memandang kedua orang tuanya malas.
“Biar sajakah kalau sa tidak pake baju panas.” Dia membayangkan dirinya memakai jaket tebal. Semua orang takkan melihat tubuh seksinya, dong.
“Kalau tidak pergi pake baju panas tidak dapat uang jajan.” Siska kena telak. Dalam diam dia berlalu ke kamarnya. Di kamar setelah memakai jacket, dia menulis status bbm.
Or@ng tu@q KuNo!

Bersambung

Advertisements

7 thoughts on “Tentang Hati part1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s