Anjing Hitam

Saya mencintai Edgar Alan Poe dan karena baca kumcernya maka lahirlah cerpen ini 😀

Sebelum Anda yang singgah di blog ini protes, cerpen ini ditulis tahun 2012 dimana kemampuan EYD saya buruk sekali *maafkan dan saya malas mau mengeditnya lagi *maafkanlagi

***

Sudah lama Joko tidak menyukai Bayu, pak tua  tetangganya yang tinggal di samping rumahnya.  Apalagi Bayu memelihara seekor anjing hitam besar entah jenis apa yang selalu diikat di halaman rumah Bayu.

Sejak kecil Joko tidak pernah menyukai anjing. Persetan dengan hal-hal yang mengatakan anjing adalah sahabat manusia. Anjing adalah hewan paling setia. Di mata Joko anjing tidak lebih dari hewan menyeramkan yang  buas dan anjing sama sekali tidak layak diberi kehormatan sebagai sahabat manusia. Pendapat-pendapat negative Joko terhadap anjing terjadi karena Joko pernah digigit seekor anjing saat dia berusia sepuluh tahun. Entah angin apa seekor anjing besar milik tetangga mereka menerkam Joko dari depan dan menggigit tangannya. Sejak saat itu Joko bersumpah tidak akan menjalin persahabatan dengan anjing  dan menjauhi anjing entah jenis apapun.

Kehadiran anjing hitam yang dinamai blacky oleh tuannya itu tentu saja mengganggu kehidupan Joko. Apalagi anjing itu suka sekali menggonggong dan menyalak marah kapanpun melihat Joko.  Mungkin karena insting anjing itu merasakan kebencian Joko terhadapnya, entahlah! Joko juga tak tahu alasan mengapa anjing keparat itu suka sekali mengonggong dan menyalak setiap melihat dia. Yang pasti setiap akan pergi ke kantor atau pulang dari kantor Joko pasti di sambut gonggongan anjing keparat itu. Hidup Joko menjadi tidak aman dan menjengkelkan. Puncak kekesalan pada blacky si anjing keparat itu terjadi tadi pagi.

Pagi itu seperti biasa Joko keluar rumah hendak berangkat ke kantor. Mula-mula dia agak heran tidak ada gonggongan atau salakan dari anjing hitam milik Bayu.

Mungkin anjing itu sedang dipindahkan ke dalam rumah. Pikir Joko. Dia berjalan santai keluar dan menutup pagar rumahnya. Begitu dia berjalan melewati rumah Bayu, sebuah gonggongan dan salakan terdengar, Joko berbalik dan terkejut blacky telah berada tepat di belakangnya. Ternyata Bayu lupa mengikat anjing hitam sialan itu. Seluruh darah dalam tubuh Joko membeku. Untuk sesaat dia tidak bisa merasakan apa-apa. Ketakutan ngeri melandanya. Blacky mengongong semakin keras. Dia berjalan mendekat ke arah Joko. Joko yakin akan kencing di celana karena ketakutan. Blacky terus mendekat dan mengonggong lebih keras. Joko diam di tempat tak bergeming. Ketakutan mematikan semua refleks ototnya.

“Hey blacky jangan nakal. Ayo kemari.” Di saat yang tepat Bayu muncul. Blacky yang galak mengonggong Joko berubah diam dan tenang lalu berlari pergi mendekat ke arah tuannya.

“Maaf Nak Joko. Tak biasanya Blacky seperti ini. Dia ini anjing baik, anjing hebat. Nak Joko tak apa-apa?” Bayu bertanya. Joko masih tak bisa menjawab ketakutan masih mengkudeta seluruh pikirannya.

“Saya tadi lupa mengikat Blacky. Maklum sudah tua.” Ujar Bayu kemudian pergi bersama blacky masuk ke dalam halaman rumahnya. Joko bersumpah demi apapun dia bisa melihat raut puas di wajah tua itu. Sudah jelas, Bayu tidak menyukai dirinya dan sengaja melepas blacky untuk menyerangnya. Sejak pagi itu, Joko bertekad melakukan sesuatu. Sebelum dia diserang blacky untuk kedua kalinya, dia harus membunuh anjing keparat itu. Tinggal mencari cara jitu dan waktu yang tepat untuk membunuh.

Waktu dan cara jitu itu terbersit di kepala Joko di hari minggu, lima hari setelah insiden blacky menyerang dia. Setelah memperhatikan blacky sejak saat peristiwa itu, dia megetahui bahwa Bayu selalu memberi makan anjing itu berupa ikan segar dan blacky sangat menyukai ikan segar. Joko memutuskan akan memberikan blacky ikan segar yang telah diberi racun. Potasium yang dijual bebas di apotek dapat membunuh tikus dan dalam dosis yang cukup dapat membunuh anjing bahkan manusia. Jadilah Senin sore keesokan harinya sepulang dari kantor Joko singgah di apotik membeli racun. Dia akan menjalankan cara jitunya malam ini juga.

Malam melurut pelan mengkedeta bumi. Joko mengendap-ngendap ke luar rumahnya dengan seekor ikan segar yang telah dilumuri potassium di tangannya. Dia berjalan pelan menuju ke pagar rumah Bayu, blacky sedang tidur bermalasan di halaman rumah itu. Dengan cepat Joko melemparkan ikan segar ke arah blacky. Anjing besar itu terkaget, mengongong sebentar lalu diam melihat ikan segar di dapannya. Tanpa banyak cakap anjing itu memakan ikan segar di depannya dengan lahap. Joko bersorak girang. Dan benar saja tiba-tiba blacky mengonggong keras dan terkulai lemas. Joko melangkah pelan menuju tubuh blacky dan bersorak merasakan anjing keparat itu sudah menjadi bangkai. Dia bangkit dan berdiri. Hatinya bersuka cita. Dia tak menyadari Bayu telah berdiri di belakangnya.

“Apa yang kau lakukan pada blacky?” Bayu histeris. Pria tua itu berjalan ke arah blacky dan menyadari anjing kesayangannya telah menjadi bangkai.

“Mengapa kau membunuh anjingku?  Dasar kau anak muda sialan. Blacky itu anjing kesayangan istriku. Berani-beraninya kau membunuhnya. Kembalikan blacky ku” Bayu terisak-isak di dekat bangkai Blacky. Joko tersenyum.

“Anjing itu jahat, dia selalu mengongong saya bahkan pernah hendak menerkam saya. Makanya saya bunuh anjing itu.” Kata Joko. Bayu bangkit berdiri dan menatap Joko marah.

Buk satu pukulan mendarat di pipinya. Joko meringgis, pukulan si tua bangka bedebah lumayan sakit.

“Beran-beraninya kau. Kau harus membayar kematian blacky.” Bayu berteriak marah dia kembali mengarahkan kepalan tanganya  ke hadapan Joko. Joko terkaget setangah mati dia menghindar dari pukulan Bayu dan berlari masuk ke  dalam rumah Bayu. Brengsek, pikirnya. Kalau aku tidak membunuh laki-laki tua ini, maka aku yang dibunuhnya. Dia berlari masuk ke ruang tengah rumah Bayu dan melihat sebuah guci besar.  Segera Joko mengambil guci besar itu dan brak guci itu hancur di kepala Bayu. Bayu jatuh dan terlentang di lantai ruang tengah rumahnya. Joko meraba nadi di leher Bayu. Hilang. Laki-laki itu telah mati. Joko berpikir keras untuk memusnahkan mayat laki-laki tua bangka bedebah itu. Matanya tertuju pada kapak di ruang tamu rumah Bayu. Joko mengambil kapak itu dan mulai memotong tubuh Bayu.

Pertama-tama Joko memisahkan kepala bayu dari tubuhnya Kemudian satu persatu tangan dan kaki Bayu dipisahkan dari tubuhnya. Setelah itu Joko memutilasi tubuh bayu, memotong-motong tubuh bayu menjadi bagian terkecil dan memasukan potongan tubuh Bayu ke dalam plastic hitam. Setelah itu dia pergi ke halaman depan rumah Bayu, menggali lubang sedalam satu meter dan memasukan plastic berisi potongan tubuh Bayu ke dalam lubang itu. Dia juga meraih bangkai blacky dan memotong tubuh blacky dan melemparkan potongan tubuh itu ke dalam lubang berisi plastic mayat tuannya. Setelah itu Joko kembali masuk ke dalam rumah Bayu membersihkan darah di ruang tengah mengambil kapak yang dia gunakan untuk membunuh dan menguburnya bersama potongan tubuh Bayu dan balcky.  Setelah semuanya dirasanya telah selesai, Joko menutup kembali lubang itu dengan tanah dan menaruh papan di atasnya. Setelah itu Joko melangkah kembali ke rumahnya dengan tenang.

Keesokan harinya Joko bangun dengan perasaan semangat. Tidak akan ada lagi gonggongan anjing keparat itu. Dia melangkah keluar rumah dengan perasaan senang. Begitu melewati rumah Bayu dia terkaget. Suara gonggongan blacky tiba-tiba terdengar. Joko terkaget dan menoleh ke arah halaman rumah Bayu. Tidak ada siapa-siapa di sana. Papan tanda kuburan Bayu dan blacky juga masih utuh. Ahhh, mungkin hanya perasaanku saja, pikirnya. Tetapi detik kemudian dia mendengar suara gonnggongan itu terus. Dan rupanya gonggongan itu terus menggema di pikirannya sampai ketika dia berada di kantor, pulang dari kantor dan bahkan dalam tidurnya.

Selama seminggu kemudian Joko terus mendengar suara gonggongan blecky. Dia menjadi frustasi dan tidak mampu berkonsentarai. Joko mencoba segala cara untuk menghentikan gonggongan itu tetapi tetap saja gonggongan itu terus terdengar. Dia menjadi frustasi dan stress.

Aku harus pindah dari rumah ini, pikirnya mantap. Maka satu bulan setelah dia membunuh Bayu, dan gonggongan blecky terus terdengar Joko pergi dari rumahnya dan tinggal di rumah lain.  Akan tetapi di rumah barunya Joko terus mendengar suara gonggongan Blacky. Sungguh, Joko merasa frustasi. Gonggongan blacky tak pernah bisa hilang dari benaknya. Tiba-tiba dia tersadar dia telah bersalah.

Astaga aku seorang pembunuh. Itulah mengapa anjing keparat itu terus mengonggongku, dia berpikir dalam hati. Kalau aku mengakui dosaku maka aku akan bebas dari gonggongan itu. Maka Joko memutuskan  untuk menyerahkan diri ke polisi.

“Saya telah membunuh orang pak polisi. Saya membunuh tetangga saya pak tua Bayu, memutilasi tubuhnya dan mengubur tubuhnya di halaman rumahnya bersama anjingnya, Blacky. Sekarang setiap malam saya mendengar anjing itu mengonggong.” Dia berkata kepada salah seorang polisi di kantor polisi bernama Latip. Polisi Latip tertegun dan memerintahkan anak buahnya segera mennggali halaman depan rumah Bayu. Joko di tangkap dan dimasukan ke dalam penjara. Joko divonis penjara selama duapuluh tahun.

Joko berpikir setelah masuk penjara, dia telah menebus dosanya terhadap Bayu. Dia merasa gonggongan blacky yang selama ini dia dengar adalah karena dosanya itu. Malam pertama di dalam penjara dia lewatkan dengan tenang dan bahagia. Dia merasa di penjara dia akan terbebas dari gonggongan blacky. Akan tetapi begitu dia memejamkan mata untuk tidur. Dia kembali mendengar suara blacky. Suara gonggongan anjing hitam keparat yang sangat dibencinya.

TAMAT

Depok, 22 April 2012 11:37PM

*Dedikasikan untuk Edgar Alan Poe yang cerpen-cerpennya keren bukan main (Judul diadaptasi dari cerpen beliau yang berjudul Black Cat)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s