Sunday Morning

Sunday morning rain is falling, steal some covers, share some skin- Maroon 5

Hari minggu pagi hujan turun deras. Lastri menatap butir-butir hujan yang jatuh penuh nafsu dari balik jendela kamar hotel. Hujan takkan berhenti dalam waktu dekat, pikirnya senang. Mata coklat indahnya menatap jam dinding, pukul lima pagi. Perempuan muda itu membalikkan badannya menghadap ke tubuh Joko yang tengah tertidur di sampingnya. Dengan manja dia menaruh kepalanya di dada laki-laki itu, merasakan detak jantung Joko yang berdetak teratur seumpama musik pengantar tidur. Hujan di luar sana turun semaki deras, Lastri memejamkan mata mencoba tidur , dalam hati berdoa semoga hujan turun terus.
***
Hari minggu pagi hujan turun deras. Marni menatap butir-butir hujan yang jatuh penuh nafsu dari balik jendela kamarnya. Hujan takkan berhenti dalam waktu dekat, pikirnya sedih. Mata hitamnya menatap weker di atas meja di samping tempat tidur, pukul lima pagi. Perempuan muda itu membalikan badan menghadap sisi tempat tidur kosong yang seharusnya ditiduri suaminya. Dengan sedih dia meraba-raba sisi tempat tidur yang kosong. Sudah dua hari suaminya tak puang. Urusan kantor, rapat dengan klien, cari uang buat Marni. Tetapi Marni tahu uang suaminya yang berlimpah tak berarti apa-apa baginya. Dia merindukan suaminya. Hujan di luar sana turun jatuh semakin deras, Marni berusaha memejamkan matanya, mencoba tidur dalam hati dia berdoa semoga hujan tak turun terus.
***
Hari miggu pagi hujan turun deras. Bayu menatap butir-butir hujan yang jatuh penuh nafsu dari balik jendela kamar putrinya. Hujan takkan berhenti dalam waktu dekat pikirnya sedih. Dia menatap jam dinding, pukul lima pagi. Di sampingnya tidur putrinya Nina. Tadi malam Nina mimpi buruk dan minta ditemani Bayu. Bayu mengusap rambut anaknya dengan penuh kasih sayang. Tiba-tiba dia merindukan kehadiran istrinya. Sudah dua hari istrinya tak pulang, sedang meeting bersama rekan sekerjanya di luar kota. Seharusnya perempuan itu tidak usah bekerja, seharusnya mereka mengurus anak, pikirnya. Kalau istrinya pulang meeting nanti sore dia akan meminta perempuan itu untuk tidak bekerja. Hujan di luar sana turun semaki deras, Bayu berusaha memejamkan matanya, mencoba tidur. Dalam hati dia berdoa semoga hujan tak turun terus.

Hari minggu pagi hujan turun deras. Joko menatap butir-butir hujan yang jatuh penuh nafsu dari balik jendela kamar hotel. Hujan takkan berhenti dalam waktu dekat, pikirnya senang. Mata hitamnya menatap jam dinding, pukul lima pagi. Lastri kekasihnya tengah tertidur di dadanya. Astaga, betapa cantiknya wanita ketika sedang tertidur, pikirnya senang. Dikecupnya kening perempuan itu lembut. Lastri terbangun karena kecupannya. Mata perempuan itu menatap Joko nakal. Joko meraih kepala lastri membawa mulutnya ke mulut Lastri. Di luar hujan turun semakin deras, mereka tidak lagi mencoba tidur. Mereka tidak lagi mempedulikan orang-orang yang merindukan mereka di rumah.
***
Hujan turun semakin deras, Marni tak bisa memejamkan mata dia tidak bisa tertidur. Dia begitu merindukan Joko suaminya.
***
Hujan turun semakin deras, Bayu hendak memejamkan mata ketika Nina putrinya terbangun.

“Mama dimana Pa? Aku kangen Mama”

Bayu meraih putrinya ke dalam pelukan dia juga merindukan Lastri.
***
Di hari minggu itu, hujan terus turun sampai sore.

-end-

Depok, 15 Juli 2012 9.43am

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s