Prompt 52 – Perpustakaan kecil

image

Malia memasukan anak kunci dengan tangan gementar.
Cahaya bulan menerangi tangan keriputnya yg  bersusah payah. Kaki rentanya nyeri lantaran berjalan cukup jauh dari pondoknya di ujung jalan sampai ke sini.
“Remantik sialan!” desisnya kesal.
Bau kertas dan kayu yg apek dan lembab menyambutnya ketika pintu terbuka. Dia bersin beberapa kali sebelum akhirnya menekan tombol lampu di balik pintu. Dia merasa bersalah menelantarkan perpustakaan kecil itu cukup lama. Perpustakaan kecil itu adalah warisan Ayah Malia. Memasuki usianya yang ke enam puluh Malia selalu kemari. Membaca membuat penyeselannya tidak bepergian jauh di masa muda sedikit berkurang.
Perpustakaan itu berbentuk segi panjang lurus ke belakang meski berantakan, tapi kondisinya masih sama seperti terakhir kali dia datang ke mari. Itu lima bulan  lalu, saat Joel belum kepincut perempuan lain yg lebih muda. Hatinya nyut-nyut mengingat hal itu.
Bau kayu dan kertas apek yg tadi membuatnya bersin berasal dari dua rak berisi buku yang terletak di kiri dan kanan ruangan. Sebuah ruang kosong penuh debu membela rak-rak itu. Dia menyesal tidak sempat membersihkan ruangan ini sebelumnya. Semua salah Joel dan perempuan keparat itu. Rasa dendam kini menguasa hatinya. Dengan berapi-api, Malia berjalan menyusuri ruangan itu.  Dia merasa hatinya semakin sakit saat melewati sofa hijau di tengah ruangan. Itu sofa yg diberikan Joel untuknya.
“Biar kau bisa menikmati bacaanmu dengan santai, ” ujarnya waktu itu.
Apakah laki-laki sialan itu juga memberi sofa agar kekasih barunya yg lebih mudah 50 tahun dari usianya sebuah sofa untuk membaca?
Malia mengenyahkan pikirannya dan melewati sofa hijau berdebu, terus ke belakang, dan berhenti di dekat tangga. Dia mulai mencari buku yg dia inginkan. Buku yg dikatakan Jeremy kakaknya adalah warisan nenek moyang mereka . Buku yg disimpan di perpustakaan kecil ayahnya ini selama hampir dua ratus tahun. Buku yg akan membalaskan dendamnya pada Joel.
Dia tersenyum saat melihat buku itu.
“Buku itu bersampul hijau dengan tulisan emas, Malia. Terletak di rak kedua dekat tangga.” Dia mengenang perkataan Jeremy.
Tangan keriputnya mengambil buku itu.
Sebuah tulisan emas tertulis di sampul hijaunya.
“Cara-cara jitu membunuh orang dengan sihir”

Advertisements

4 thoughts on “Prompt 52 – Perpustakaan kecil

  1. Buset dah kakek-kakek umur 70-an masih selingkuh aja. :p | btw, pada paragraf awal ada kalimat “Perpustakaan kecil itu adalah warisan Ayah mereka.”, padahal dalam kalimat selanjutnya tidak dijelaskan siapa ‘mereka’ itu. Baru pada paragraf akhir ada keterangan bahwa ‘mereka’ adalah Malia dan Jeremy.
    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s