#30harimenulisFF #FF1 Kuburan Terakhir

“Apa kau yakin di sini tempatnya?” tanya Joko sembari melirik ke kanan dan ke kiri. Lastri mencibir.
“Kenapa? Takut?” Joko mendelik.
“Kita ada di kuburan pukul dua belas malam. Menurutmu apakah aku bahagia?” Lastri tertawa mengejek.
“Kau mahluk menyedihkan. Percayalah setan atau arwah gentayangan tak mungkun menggoda jiwa menyedihkan sepertimu.” Joko mendesah. Dia yakin kuburan ini angker. Namun mau bagaimana lagi, hanya Lastri yg bisa membantunya. Kalau kuburan itu ketemu mungkin dia bisa sedikit tenang.
“Kau mau lanjut mencari atau langsung ikut aku?” tanya Lastri. Joko mendesah lagi. Dia mengenang sebulan penuh survey yang dilakukan bersama Lastri. Mereka telah berkeliling dari satu perkuburan ke perkuburan lain. Ini adalah perkuburan terakhir dan dia berharap kuburan itu tak ada. Lastri salah. Ini semua hanya mimpi buruk.
“Baiklah. Asal aku di depan.” Lastri menatapnya kesal.
“Dasar tak berguna!” Mereka berjalan beriringan menyusuri jalan kecil yg membelah kubur yang satu dengan yang lain. Joko tdk berani memandang ke kuburan-kuburan itu. Dia fokus memandang langit malam.
“Nah itu dia yang kita cari, Joko.” Lastri tiba-tiba berseru. Joko takut-taku melihat ke kuburan itu. Di nisannya tertulis.
‘Disini terbaring Joko. Wafat 12 Mei 2014’
Astaga jadi benar dia sudah mati?
“Nah, Joko kau sudah lihat buktinya. Sekarang ikut aku ke alam baka…” Lastri mendelik tajam ke arahnya.

Advertisements

3 thoughts on “#30harimenulisFF #FF1 Kuburan Terakhir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s