#30harimenulisFF #FF3 Menunggu Ibu

Tanggal tiga setiap bulan, Saya dan Ayah akan menghentikan semua aktifitas di luar rumah lebih cepat, dan pulang  sebelum senja. Kami akan mandi dengan sabun paling wangi. Kami akan mengenakan baju terbaik kami. Kami akan membersihkan  rumah tanpa menyisakan debu sebutirpun. Lalu, ketika senja muncul, saya dan Ayah dengan bau wangi, baju bagus, dan rumah yang bersih akan menunggu di beranda rumah. Kami akan terdiam menyaksikan senja mulai merah kejingga-jinggaan lalu tepat saat jantung saya dan Ayah berdetak dua kali lipat lebih cepat sebuah tangga raksasa akan muncul dari langit. Ayah dengan wajah sumringahnya akan berkata riang..
“Nak, Ibumu sebentar lagi turun.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s