Tentang Kita

Suatu waktu kau datang. Katamu kau datang dari masa lalu dan tertarik mengenangnya bersamaku.
Kita pun duduk di beranda. aku dengan teh, kau dengan kopi. Lalu ketika tehku habis kau tak keberatan aku menghabiskan kopimu.
Kita berbaring di halaman berumput sambil memandang sinar bulan lalu sama-sama berkesimpulan sinar bulan itu romantis.
Kita bicara banyak hal; tentang cuaca, tentang rumor yg beredar, tentang lagu paling keren, tentang segala hal termasuk tentang kita.
Lalu apakah kita?
Kita adalah dua lebah yg menikmati madu di sebuah bunga yg sama. Sama-sama suka madu tetapi tahu harus pulang ke sarang masing-masing.
Kita adalah dua ekor semut pekerja yg berhadapan di sebuah dinding. Kita ditakdirkan saling menyapa dan bercengkrama lalu kemudian melanjutkan mencari makan.
Kita adalah angin dan musim kemarau. Angin terkadang meniup musim kemarau. Membuat dia nyaman untuk beberapa saat sebelum hujan turun dan  memberikan rasa nyaman abadi.
Kita adalah aku, kau, bertiga dengan kenyamanan.
Lalu ketika sinar bulan pelan-pelan berganti mentari. Kau bangkit dan pamit.
Kopimu sudah habis dan kenangan masa lalu biarlah kembali menjadi kenangan.
Aku mengangguk dan membiarkanmu pergi. Di hitungan ke lima kau berbalik.
Kau bilang, kau akan datang lagi.
Aku tersenyum dan mengangguk. Toh, hujan masih lama lagi untuk turun.

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s