Twit-twit Renata Wulandari.

Renta Wulandari adalah salah satu tokoh di novel peryama saya, Hating Rachel. Ini adalah twitnya beberapa waktu lalu…
Jadi pengen nenhok naskah ini 🙂

Hari minggu bawaannya malas bangett.. Besok kerja dan berhadapan dengan banyak naskah menjengkelkan -_- *ihatemylife

Besok bakalan ada rapat redaksi yang membosankan *fiuhh

Being an editor is the  most boting job ever.. I am sick of read those useless script.. I am not Aya or even the bitch Rachel.

Aya muncul entah dari mana dan berseri-seri. “Tha, bantuin gue baca naskah editan 1 ini, yukkk!” Gue berlalu tanpa menjawan.. Good try, pal!

Berencana keluar, nongkrong dimana-mana.. Eh si Aya ngingatin besok brangkat pagi.. Serumah sama org cerewet emang menjengkelkan -_-,

Tapi gue sayang sama Aya. She is a great friend o mine. Dia tahu segala hal termasuk kebencian gue pada rachel.

Wondering what is Rachel doing right now? Paling udah tidur. Semoga mimpinya buruk!

“Lo ga lagi mikirin Rachel kan?” Aya muncul lagi.| “enggak, kok!”| “Kenapa lo benci ma dia sih? Sdh siap2 tidur”| perckpn mirip ibu anak -_-

On the Trans Jakarta. Jirrr padat dan macet banget.. Terkutuklah Senin..

Apalagi entar ada rapat redaksi. *arghhh

Baru kelar rapat redaksi… tiga jam buang-buang percuma membahas penulis rese -_-

Di akhir rapat, Sinta bos gue bilang: Memperingati hari ulang tahun Megamedia ke 32, akan diadakan lomba menulis novel “misteri” ….

Dan gue diangkat jadi salah satu editor yang memilih nasakah lomba itu *arghhhhhhh *kill me *kill me..

Sometimes, gue mau kabur aja dari kehidupan gue tetapi sang bidadari Aya selalu ngelarang. “Demi kebaikan kamu, Tha!” katanya..

Dan jadilah gue ngadem di kantor di balik tumpukan naskah jelek bersama si brengsek Rachel.. See gue bahkan malas nge sensor kata brengsek..

And Rachel penampilannya hari ini GA BANGET! seperti kemarin-kemarin dia pikir dia keren berekor kuda ria… Bitch

Aya: Kenapa kamu benci banget sama Rachel sih? Gue: Dia itu jelek, calon perawan tua tetapi selalu Happy. Kenapa dia Bahagia gue enggak?

Aya: Kan masing-masing orang punya kebahagian masing2. Cari dong kebahagian kamu. Gue: Aku tuh bahagia kalau dia ga bahagia.

Aya: Yang bilang hidup kamu ga bahagia siapa, Tha? Gue: *mikir *keingatRachel Pokoknya gue ngerasa ga bahagia kalau ada perempuan itu.

Gegara nungguin Aya Trans Jakartanya lewat teruss.. Penuh teruss *arghhh

Gila yah orang2 Jakarta ini mereka masih saja punya tenaga berebut naik Trans Jakarta. Gue udah tepar bersma tumpkn naskah yg dtolak redaksi

Btw gue benci sm pemula yg ngirim naskah mengerikan ke Megamedia. Jaln critanya aneh, judulnya sampah. !
Bkn cape editor buang ke tmpt smpah.

Kalau lo mau jadi penulis, belajar nulis yg benar dulu dong! Gue paling ogah baca naskah pemula eh gue jarang baca naskah deh.

Sementara si Aya baca naskah, gue nonton 13 going 30.. Jenifer Garnner cantik ya! 😀

Gue selalu merasa gue adalah kembaran Jennifer Garner.. Kita memiliki bentuk muka yang sama 😀

That shit emoticon yang gue kasih di belakang tweet gue menjijikan..

Nulis emotico itu kaya disuruh ML ama banci -_- *gaguna *gabakalanpuas *malahdisuruhkerokin

“Tha, 13 going to 30 itu kan film kesukaan Rachel. Wah kamu berdua ada kesamaan juga.” Aya just came from nowhere -_-

“Hah tahu dari mana kamu?” “Dia ngomongin film itu sama Christine beberapa waktu lalu. Dia suka gaya Jenifer.” *langsungbenciJeniferGarner

Gue benci sama apa saja yang disukai Rachel. Benci banget

Tujuan hidup gue adalah membuat perempuan itu sengsara.

“Kenapa lo benci banget ama Rachel, Tha?” Pertanyaan aya entah keberapa ribu kali.

Gue benci Rachel karena dia begitu suka sama pekerjaannya, ga pernah dimarahin Sinta, editor ternama..

Bagi gue hidup itu kaya ML kadang di atas, kadang di bawah, kadang niru binatang, kadang ga puas, kadang enakan hidup orang lain.

Twitter wabah berbahaya..

Pagi-pagi terjebak di antara berbagai bau di Trans Jakarta -_-

Gue selalu datang paling pagi di kantor ini. Gue dan Aya tepatnya And you know what Rachel juga sudah duduk manis di bangkunya..

Seketika pagi gue membosankan, apalagi lihat dandanan Rachel hari ini. She wear white shirt and black pants..
Looks like kasir alfamart -_-

And as alwyas rambutnya diikat ekor kuda… Gila yahh, she is 30yo now.. Ikat rambut model gitu bkn dia
kekanak2an which is memuakkan.

“Tha, lo mau ga bantu gue ngeproofread naskah yg udah gur edit?” “Yaudah ngeproofread aja kan?” “Emang lo mau ngedit?” OK FINE!

Di Megamedia posisi guue adalah senior editor sama kaya Aya, sama kaya si Jalang Rachel.

Tugas gue paling banyak tapi gue punya banyak anak buah kaya junior editor, copy editor, dan Proofreader.

Gue mau kasih tahu, gimana perjalanan naskah sampai jadi buku.. Ini berlaku di Megamedia ga tahu deh sama penerbit lain.

Naskah datang bertumpuk-tumpuk (sebulan naskah baru bisa 50 buah masuk Megamedia) para editor milih naskah dari sinopsis yg dibuat penulis.

Naskah bulan april akan dibaca sampai bulan Juni lalu dipilih 3 naskah (setiap bulan megamedia menerbitkan 3-8 novel)

Di MM ada puluhhan penulis tetap yang nulis 1-5kali setahun.

Naskah datang, dibaca junior editor, dikasih ke senior editor, bagus maka dipilih siapa editor yang bertanggung jawab.

Kemudian editor junior menghubungi penulis dan ditentukan siapa yang jadi editor naskah itu.

Kemudian naskah diedit, diperbaiki ejaan, disortir typonya, pokoknya dirombak bisa makan 3-6 bulan.

Setelah diedit naskah akan dikasih ke senior editor untuk dibaca lagi selama sebulan dan kalau ada yg ga enak dirombak lagi.

Naskah yang sudah disetujui senior editor dikasih ke kepala editor. Kalau menurut dia OK langsung diterbitkan kalau ga dirombak lagi.

Setelah disetujui sama kepala editor, naskah diubah kedalam Dummy book alias bentuk buku kemudian dibaca oleh proofreader utk lht kesalahn

Nah setelah naskah benar2 bagus dikasihlah ke bagian design untuk dibikin cover, layout jika dalam buku. Editor berhak menentukan cover.

Setelah design selesai dikasih ke pihak produksi. Mereklah yg menghubungi percetakan, menentukan kertas jenis apa, dll.

Di mega media rata2 novel dicetak 1000-5000 copy. Penulis pemula dikasih komis 12% dan penulis tetap 25%
Well pekerjaan gue membosankan bukan? *fiuh

Aya muncul kasih tiga naskah dummy book ke gue. “Nih koreksi yah!” Gue mandang naskah itu dengan malas

Gue benci hidup guee, gue benci pekerjaan gue, gue benci naskah2 jelek ini, gue benci Rachel yg selalu bahagia. Gue benciiiiiii..

BTW I am an Atheist, Gue ga percaya Tuhan itu ada kalau dia ada kenapa dia menciptakan mahluk ga berguna kaya Rachel

Baru pulang kantor.. Anjrit macet tingkat dewaa..

Bagi gue keperawanan itu ga penting, hanya sebuah lapisan darah yg tak ada bedanya ama tangan, kaki, dan hidung..

Gue benci ketika orang2 mulai mempeributkan keperawanan. Seorang laki-laki tak lebih dari bangsat kalau dia mempermasalahkan itu.

Saturday dan habis terima gaji itu surgaa..

Another crowded Monday

Waiting a trans Jakarta sometimes like waiting a nerd to kiss you first.. Need a lot time

Or waiting your 50 years old boyfriend give you Big O!

Sibuk bangett akhir bulan begini.. Tapi I don’t give a fuck!

Rachel and her “I am a happiest person in this world” annoying Whoremone. Damn it, why she exist?

Badan ga enak! Sial! Semua gara2 gue terlalu lama2 baca naskah sialam itu

Bagi gue hidup itu kaya lo ngeMl, kadang di atas, kadang di bawah, kadang niru ‘tingkah’ binatang, kadang lo puas, kadang enggak.

Soal puas atau ga yah tergantung lo sendiri.

Lucunya, di Indonesia remaja hamil di luar nikah masih bisa diterima daripada perempuan 30an belum menikah

Lo nikah buat apa? Buat punya teman tidur setiap malam? Buat punya keturunan? Atau buat modus, karena sendirian itu ga enak?

Kalau menurut lo menikah lebih menyenangkan daripada ga menikah maka lo ga bahagia karena lo menikah.
Seperti Rachel, gue tahu dia ga bahagia karena ga menikah.

Rachel mengingatkan gue sama nyokap gue yang keparat..

You know what? Waktu kecil gue sering banget disiksa.. “Anak jahanam!” “Anak sialan” “Anak Haram”

Well gue enggan ngebahas nyokap gue, she is dead to me.. Aya sering nyuruh gue jenguk dia, hell no! Lo ga tau, ya gimana brengseknya dia.

Gue ga kaya Aya yang masa kecilnya bahagia.. Ga kaya Rachel arghhh kenapa gue bawa perempuan itu lagi sih?

Bagian design di kantor gue kedatangan orang baruu, Tim leadernya, tjakep gilaaa… Astagaaa!

Gue selalu membayangkan apa yang dia sembunyikan di balik celananya? Call me mesum bitch its okay karena yah I am a bitch!

Bagi gue penampilan ga penting.. Yg penting tahan lama atau enggak..

BTW, Aya seenaknya dukung Rachel hari ini. Makanya gue ga mau pulang ketemu dia… Malas guee

Gue cuma mau bilang : GUE benci rachel, aya, dan hidup gue yang brengsek..

BTW laki-laki yang tadi bareng gue tidurnyaa, udah bangun lagi.. So see you twit!

A handsome man muncul ke kantor gue.. He is damn sexy..

Gue selalu menilai keseksian pria dari bibirnya. Ada bentuk bibir tertentu yang menandakan he is good kisser..

Sayangnya Jimo menyukai Rachel.. Well bakalan bikin Jimo berpaling..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s