Muku Ca Pu’u Neka Woleng Curup, Teu Ca Ambo Neka Woleng Jangkong

Nadus (bukan nama sebenarnya) adalah seorang juragan tanah di kampung Tenda, sebuah kelurahan di Ruteng, Manggarai,  Flores, NTT. Dia mempunyai tiga orang putra Frans, Nabas, dan Linus (juga bukan nama yang sebenarnya) Karena sudah tua dan sakit-sakitan, suatu waktu Nadus meninggal. Sebelum meninggal dia berpesan agar empat buah tanahnya dibagi rata oleh anak-anaknya. Namun kenudian masalah muncul Nadus mempunyai empat tanah dan tiga putera. Setiap putera telah memiliki masing-masing tanah, tinggal satu tanah lagi.
Frans yang paling tua berkata,

“Saya yang berhak memperoleh tanah itu. Saya ini anak sulung.”

Pendapat itu dibantah Nabas.

“Hanya karena kau anak sulung bukan berarti kau berhak. Saya anak kedua juga punya hak yang sama.”

Linus anak ketiga tak mau kalah

“Saya anak bungsu,  anak kesayangan bapak. Saya yang urus bapak sebelum dia meninggal. Saya yang berhak.” Adu mulut sengit terjadi tak terelakkan. Disusul saling hantam. Beruntung ketika Frans mengancam kedua adiknya dengan parang,  orang kampung Tenda melerai dan membawa mereka di ketua golo atau ketua kampung. Mendengar hal tersebut Tua Golo Tenda mempertemukan mereka dan memberi nasihat.

“Muku ca puu neka woleng curup, teu ca ambo neka woleng jangkong.”

Ketiga kakak beradik itu menyesal dan menyadari kesalahan mereka.

“Kita ini masa saling membenci hanya karena tanah. Bapak sudah tidak ada masa kita saling berkelahi,” ujar Frans dan disetujui kedua adiknya.

Muku ca puu berarti pohon pisang satu tandan. Teu ca ambo berarti tebu satu rimbun.
Neka woleng curup/jangkong artinya tidak boleh berbeda pendapat atau bertengkar.
Muku ca puu neka woleng curup, teu ca ambo neka woleng jangkong adalah peribahasa Manggarai yang berarti sesama saudara harus saling bersatu padu menjaga kerukunan jangan sampai terpecah belah.

Pisang dan tebu adalah tanaman yang selalu berkelompok dan bersama. Kedua tunbuhan ini mewakili persaudaraan orang manggarai yang kuat dan kokoh. Dalam mengurus pernikahan  misalnya. Orang manggarai menganut budaya patrineal, dimana perempuan mengikuti suami. Dalam pernikahan dikenal istilah belis atau mahar berupa sejumlah uang yang diberikan mempelai pria kepada mempelai perempuan sebagai tanda terima kasih kepada orangtua mempelai perempuan karena sudah membesarkan mempelai perempuan selama ini dan mempelai perempuan akan menjadi keluarga mempelai laki-laki.
Belis ini bisa mencapai ratusan juta karena itu ada istilah sida yang secara harafiah berarti menyumbangkan sejumlah uang kepada keluarga laki-laki. Dalam hal ini yang menyumbang adalah saudara dan saudari dari kedua orangtua laki-laki. Begitupun dalam mengurus kematian. Ada istilah kelas atau kenduri yang bertujuan memutuskan hubungan antara orang yang meninggal dan yang masihh hidup. Di kelas juga dikenal istilah sida dimana keluarga mengumpulkan uang agar acatanya berlangsung lancar.
Oleh karena itu kebersamaan dalam persaudara orang manggarai sangat dijunjung tinggi.  Diharapkan persaudaraan itu selalu kokoh seperti satu tandan pisang dan satu kumpulan tebu.

Peribahasa ini biasanya diberikann oleh orangtua sebagai nasihat anak-anaknya agar tidak bertengkar atau berselisih pendapat. Hendaklah persaudaraan serasi dan kokoh seperti pisang dan tebu. Siapa lagi yang pertama kali menolong jika ada kesusahan kalau bukan keluarga? Selain keluarga peribahasa ini juga mengandung nasihat bagi seluruh orang Manggarai.  Orang Manggarai juga diharapkan menjaga kerukunan dan kebersamaan agar senantiasa hidup dengan damai karena sesuanghuhbya sesama Manggarai adalah saudara. Pepatah mungkin ini muncul karena banyaknya perang tanding atau perang antar suku yang terjadi jaman dahulu.

Sekian dan salam manis dari Manggarai

Tulisan ini disertakan dalam kontes GA Sadar Hati – Bahasa Daerah Harus Diminati”

image

Advertisements

9 thoughts on “Muku Ca Pu’u Neka Woleng Curup, Teu Ca Ambo Neka Woleng Jangkong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s