(FF) Dada 36B Milik Lastri

Hujan selalu mengingatkanku pada dada 36B milik Lastri. Pertama kali aku bertemu mereka saat hujan turun deras di kamar hotel yang bau dan sumpek.

“Aku benci payudaraku!” ujar Lastri di sela-sela derai hujan yang deras. Aku memandang dada telanjangnya tak berkedip.

“Sayang, kedua payudaramu luar biasa. Anugerah terindah..”

“Kalau dadaku hanya 32A kau masih menginginkanku?” dia merengut dan menutup kedua payudaranya dengan tangan. Aku meraihnya dalam pelukan.

“Sayangku, aku mencintaimu. Kau tahu itu. Aku yang takut kehilanganmu. Dan percayalah memiliki dada 32A juga tak mengenakkan.” Dia mendesah.

“Aku kesal Ari. Aku benci melihat tatapan-tapan pria hidung belang kala melihat payudaraku. Kau tahu betapa aku membenci mereka bukan?” Dia menatapku. Air mata mengenang di matanya. “Aku.. gara-gara payudara sialan ini dia memperko…”

“Sudah sayang! Sudahlah!” Aku memeluknya lebih erat. Dia menangis di bahuku. Isakannya bergantian dengan bunyi hujan. Aku menyentuh payudaranya. Tangisannya berubah menajdi erangan.

“Arina, kita lari aja ke mobil yuk. Ujannya bakalan lama nih.” Suamiku Rama mengagetkan. Aku pelan-pelan bangun dari lamunan. Hujan terus mengguyur bumi.

“Baiklah Sayang. Ayo kita pergi!” Kami berlarian dalam hujan dan bayangan paydara lastri tak juga pergi

Advertisements

One thought on “(FF) Dada 36B Milik Lastri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s