FF 100KATA – Hujan

Perempuan itu berdiri tegak di bawah payung hitam. Gerimis membasahi tanah di sekelilingnya. Seorang pria berpakian putih duduk tak jauh darinya. Gerimis yang berubah menjadi hujan sama sekali tak membuatnya gigil.

“Sekarang aku benci hujan,” ujar si perempuan. 

“Mengapa? Bukankah kau selalu menyukai hujan?” Sahut si pria.

“Hujan membuatku selalu mengenang perpisahan kita dua tahun lalu.” Air mata membasahi pipi si perempuan.

“Aku selalu ada untukmu, Sayang. Aku tak pernah pergi darimu,” ujar sang pria, sambil mendekat ke arah si perempuan. Si perempuan duduk dan memegang batu nisan di depannya.

“Kamu baik-baik di surga, yah. Aku nikah bulan depan.”

Advertisements

5 thoughts on “FF 100KATA – Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s