FF 100kata Pagi

Pagi yang merekah di bulan September,  Silvester berjalan menyusuri lereng gunung.

“Pagi Sil, kau bersemangat sekali,” ujar Pak tani seraya memegang kerbaunya. Silvester hanya tersenyum dan terus berjalan kali ini menyusuri hamparan rumput.

“Jangan injak rumputnya anak nakal!” Ibu tua gemuk mengejarnya. Silvester lari terbirit dan tanpa sadar melewati sungai. Dia merasakan arus sungai menarik tubuhya,  dengan sekuat tenaga dia berenang menuju tepian dan memutuskan segera pulang. Dia berlari menuju rumahnya. Hari masih pagi, ketika dia bersandar kelelahan di pohon beringin. Sayup-sayup dia mendengar suara seorang anak kecil.

“Mama, aku lihat anak kecil di lukisan beringin itu tenggelam di lukisan sungai.”

Advertisements

3 thoughts on “FF 100kata Pagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s