Cerita dari Ruteng Part1

Halo semuanya sudah lama saya  tidak posting blog. Ada beberapa alasan (meski sebenarnya kalau mau jadi blogger no excuse gituloh) Yang pertama saya lagi di kampung halaman saya di ujung barat agak kesinian dikit Flores, Ruteng, ibukota kabupaten Manggarai. Yang kedua di sini sinyal internet di sini kurang OK. Dan yang ketiga saya terlalu banyak makan daripada nulis postingan blog dan calon bakal novel saya *hayahhh.

Tanggal 11 Febuari, 10 hari setelah saya resign dari pekerjaan saya sebagai medical consultant di PT F***st Hea** selama hampir 7 bulan saya memutuskan untuk pulang ke Ruteng. Alasannya sih karena memang saya ingin berbakti dan mengurus kedua orang tua yang mulai sibuk. Alasan lain adalah saya agak bosan dengan Ibukota karena pekerjaan saya yang mengerikan (bangun pagi pulang tengah malam sabtu minggu kerja *hiiiii) dan juga saya memutuskan untuk menghabiskan beberapa bulan di Ruteng. Saya mendapati bahwa saya sangat menikmati Ruteng. Menikmati waktu yang berjalan begitu lambat dan malas. Menikmati udara dingin yang menggertakkan geligi. Menikmati bantu-bantu pekerjaan rumah tangga di rumah. Menikmati jadi pengangguran hina dan berharap duit jajan dari orang tua padahal saya sudah SARJANA. Pokokknya saya sedang nyaman sekali. Saya sampai ke satu titik tidak peduli dengan tanggapan orang-orang tentang kondisi saya yang pengangguran. Saya sedang nyaman sekali.

Hal ini berbeda sekali dengan tiga tahun lalu, saat terakhir saya menghabiskan waktu di Ruteng. Hanya tiga bulan dan di bulan kedua saya sudah mengeluh betapa kampungannya Ruteng, menjengkelakan tinggal di tempat ini. Mungkin waktu itu Ajen muda belum menyadari betapa berartinya jadi pengangguran di rumah. Waktu itu Ajen muda belum merasakan bagaimana kerasnya mencari uang *halahhh* intinya waktu itu saya mungkin masih muda dan sekarang saya telah dewasa dan mengetahui passion saya dalam hidup (well, menyenangkan sekali) sehingga apapun yang saya lakukan saya lakukan dengan baik dan senyaman mungkin.

Alasan lain mengapa saya nyaman berlibur di Ruteng adalah karena saya lelah bekerja dan berniat tulus untuk berbakti pada orang tua. Saya menyadari sejak lama saya tidak ingin menetap di Ruteng. Saya ingin memulai karir saya di Jakarta karena berbagai hal yang telah saya pertimbangkan matang-matang jadi begitu berada di Ruteng saya menikmati setiap momen yang ada dengan membuat kedua orang tua saya nyaman…

So, salam dari Ruteng dan sampai jumpa di cerita dari Ruteng seterusnya 😀

PS : Saat sedang menulis postingan blog ini saya lagi ada di sudut kiri kalau dari pintu masuk LG Corner, sebuah taman baca dengan wifi sepuasnya yang murah meriah, di dekat Katedral Ruteng. Kalau kalian mau ke sini, bilang saja ke Katedral Baru. Sampai di Katedral Baru, tanyalah pada orang-orang dimana LG Corner berada, nanti pasti kalian akan diarahkan dengan baik. Di samping saya ada seorang pria yang norak minta ampun dan memutar musik underground begitu kencang untung sebelum saya bilang kecilkan volume dia sadar dan telah mematikan musiknya….

Advertisements

Dua enam yang keempat belas

images

Dulu sekali aku pernah mengumpamakan hati adalah rumah. Hatiku adalah rumah dimana  seseorang akan menjadi penghuni. Seseorang itu banyak, ada yang datang sebentar tak sempat masuk hanya singgah di teras. Ada yang tak kuijinkan masuk dengan alasan yang sudah kulupa apa. Ada yang masuk, menetap lama, membuat rumahku merasa nyaman, lalu pergi dengan meninggalkan bom luka yang meluluhlantakan  rumah hatiku. Lalu aku membiarkan hatiku berantakan, aku tak lagi pernah mengijinkan siapa saja ke sana. Aku membiarkannya hancur.

Lalu kau datang, tanpa tanda-tanda. Tanpa firasat. Tanpa sesuatu yang luar biasa. Kau datang begitu saja, seolah-olah tempatmu memang selalu di sini di dalam rumah hatiku.

Kau tidak berkomentar, mengapa rumah hatiku berantakan? Kau tidak mengeluh menyaksikan aku tergenang di kubangan kenangan? Kau hanya tersenyum, memelukku, dan bilang : “i love you the most”

Lalu sekarang, aku di sini menghitung kebersamaan kita.. 26 yang ke empat belas.

Empat belas waktu yang cukup panjang untuk kita saling mengenal, mengetahui keburukan dan kelebihan kita, menyadari perbedaan kita .

Kau yang teliti dan sangat rapi, aku yang berantakan dan ceroboh.

Kau yang menyukai MU, aku yang menyukai Chelsea

Kau yang menyukai Brazil, aku yang menyukai England

Kau yang menyukai aku, aku yang menyukaimu

Laki-lakiku, kalau kau keluar pagi ini dan merasakan hangat angin sore memelukmu. Itu adalah perwujudan doaku. Doa kepada Bunda Maria agar kau selalu aman di sana.

Kita selalu tahu kemana rindu pulang setelah menempuh jarak, bukan?

Selamat 26 ke empat belas, laki-lakiku..

Aku mencintaimu

I am a Catholic not a cat holic

Slogan di atas saya baca empat tahun lebih lalu di baju-baju para kakak tingkat saat pengenalan KMK UI dan selalu menjadi slogan favorit saya. Kenapa memfavoritkan slogan di atas? Karena saya tidak suka kucing. Ah tapi sudahlah, saya tidak akan membahas slogan itu. toh saya memilihnya sebagai judul perenungan (yang enggan saya sebut catatan tak jelas ini) agar eye catching sajalah. Maka,marilah kita beralih ke paragraph berikutnya.

Continue reading

On the second day of 2013 I sat and day dreaming

???????????????????????????????

Well judulnya agak maksa (pun fotonya- Saya ga menemukan foto yang menujukan saya sedang duduuk dan termenungg soale), to be honest saya bikin judulnya begitu biar mirip novelnya Paulo Coelho, di tepi sungai Piedra aku duduk dan menangis.. Ituloh kisah tentang perempuan yang mencintai seorang pastor. Cerita yang em lumayan bagus mengingat yang bikin adalah Paulo Coelho yang kenamaan itu . Tetapi menurutu saya novel ini biasa aja, I mean saya ga pernah punya pengalaman mencitai seorang Pastor dan em menurut saya cinta kaya gitu pathetic (karena saya adalah seorang Katolik yang didiik dengan katolik dan akan menetap di surga orang Katolik- Cih sampai di sini saya mencemooh diri sendiri yang tampak SARA, I mean em well hidup di Indonesia (terutama Jawa) terkadang membuatmu agak sedikit SARA) Tetapi lupakanlah sedikit tentang SARA dan kisah Pilar dan mantan kekasihnya yang telah menjadi pastor itu  (kalau ga salah akhirnya emang mereka ga jadikan? Hemm Udah lama banget semenjak terakhir kali baca novel Paulo Coelho itu lagi pula satu-satunya novel Paulo Coelho yang say abaca beribu-ribu kali hanyalah “Elevens Minutes” ) Oke sepertinya saya harus mengakhiri paragraph pertana tulisan saya ini karena sepertinya sudah tak ada sangkut pautnya sama sekali -__-

Hari ini hari ke dua di tahun 2013 dan saya duduk di dekat jendela dan menghayal. APa yang saya hayalkan? Banyak sekali dari menghayal menyusuri Abbey Stret di London, menonton Pertunjukan Matador di Spanyol dan makan cokelat di rumah cokelat di Belgia, Membayangkan Novel saya yang baru bertulis “prolog” selesai dan diterbitkan, Membayangkan gelar ners saya dapatkan segera mingkin, membayangkan saya menjadi orang yang cuek dan tidak peduli pada sataus-satus orang di facebook yang sangat menganggu -___- segala hayalan-hayalan itu akhirnya menjelma ke satu pertanyaan seumur hdup yang selama ini saya cari “APAKAH KAU TAHU UNTUK APA KAU HIDUP?”

Yah benar sekali apakah saya tahu untuk apa saya hidup? Apakah untuk menulis catatan kecil seperti ini? Atau untuk duduk di depan jendela dan menghayal? Apakah untuk menjadi perawat yang baik (cih saya sedang mengalami masa titik jenuh profesi ) Apakah untuk menjadi seorang penulis professional? Apakah untuk menjadi orang baik? Banyak pertanyaan apakah terlintas dalam lamunan saya dan saya menjadi galau karena tidak begitu yakin sudah menemukan alasan saya hidup di dunia ini. Kalau sudah begini saya berdiri dan menghabiskan buku di toko buku dan mencoba menyelesaikan “the casual Vacansy” yang belum sempat say abaca :O ah ide ke toko buku itu menarik.

Sampai Jumpa di catatan hari ke sekian di tahun 2013 saya duduk dan menghayal..

mengenang Abid malaikat kecil..

Namanya Abid, umurnya 4 tahun badannya gempal dan wajahnya manis. Pipinya yang gembul membuat tangan gatal untuk mencubitnya.
Begitu pertama kali saya berjumpa dengannya di high care, dia berteriak-teriak histeris. High care adalah tempat dimana anak-anak yang memerlukan perawatan ekstra dan dipantau setiap jam. Orangtua mereka dilarang masuk.

“Susterrr, panggilin ibuuu”

“Namanya siapa sayang, kenalan dulu” Saya menghampiri dan mencoba menenangkannya. Dia terdiam sebentar

“Panggilin Ibu dong!” Katanya. Saya mengulurkan tangan.

“Coba salim suster dulu” dia melakukan seperti apa yang saya perintahkan.

“Nama kamu siapa? Kenalan dulu kalau nama suster Angel” kata saya

“Abid, Suster. Umur aku empat” dia mengangkat ke empat jarinya.

“Suster Abid sakit apa? Abid mau Ibu” Aku tersenyum manis dan mencoba menenangkanya. Begitu saya memeriksa statusnya anak manis itu menderita Leukemia..
Kejadian itu 3 minggu lalu dan selama tiga minggu Abid bocah gempal dan manis itu menempati ruang spesial di hati. Sebagai perawat hal itu tentu tak dianjurkan tetapi Abid terlalu manis dan sangat patuh meski suka menangis. Setiap dinas saya selalu menyempatkan diri mengunjunginya dan bermain bersamanya. Kedua orang tua Abid juga tak kalah menyenangkan seperti Abid.

“Suster Abid bisa sembuh ga Sus?” Kata Ibunya

“Dia leukemia grade satukan Bu!? Banyak anak-anak yang selamat dari pernyakit itu”

“Suster tolong bantu rawat, Abid yah!” Saya mengangguk tersenyum.

Anak kecil itu mengajarkan saya banyak hal. Salah satunya adalah: tetap semangat menjalani hidup meski menderita kangker. Tetap semangatt meski sakit mendera tubuh kecilnya. Kamis kemarin saya banyak menghabiskan waktu dengan anak itu. Mulai dari memyuapinya bubur kacang hijau sampai membersihkan luka di tubuhnya (penderita leukemia suka berdarah-darah) saat memberikan bubur kacang ijo dia berkata:

“Suster kenapa sih Ibu sering nangis?”

“Ibu nangis karena Abid sakit”

“Suster kalau gitu Abid ga mau sakit”

“Ya udah Abid makan yang banyak kalau gitu” dia tersenyum

“Abid ga suka liat Ibu nangis. Maunya senyum aja” katanya. Saya mengecup dua pipinya gemes.

Hari ini kabar buruk terjadi, Abid kembali ke hadirat kemarin malam karena kehabisan oksigen di otak. Abid sudah jadi malaikat Tuhan.
Semoga Ibunya diberi kekuatan
Lewat kisah Abid, Saya merasa seperti Tuhan menegur saya yang kurang bersyukur, saya telah hidup selama 22tahun tanpa terkena penyakit menyeramkan dan saya masih merasa tidak beruntung.. Abid si kecil mengajarkan saya banyak hal

RS Fatmawati, 22 Oktober 2012

Berhentilah memakai kata Autis!

Baru baca the ten top worst twiterr di time.com sampai pada urutan ke enam salah satu simpatisan Romney menulis:

I highly approve of Romney’s decision to be kind and gentle to the retard.
Ann Coulter (@AnnCoulter)

Well retard di sini berarti gangguan mental ditujukan pada Obama. Twit ini mengundang keceman dari public twitter.. Mengatasi kecaman itu ms. Coulter bilang:

“Look, no one would refer to a Down Syndrome child, someone with an actual mental handicap, by saying ‘retard.’ Where do you think the words ‘imbecile,’ ‘idiot,’ ‘moron,’ ‘cretin’ come from? These were all technical terms at one time. ‘Retard’ had been used colloquially to just mean ‘loser’ for 30 years.”

Sebagai jawaban seorang atlet spesial yg menderita sindrom down, John Franklin Stephens menulis surat terbuka:

“Well, Ms. Coulter, you, and society, need to learn that being compared to people like me should be considered a badge of honor. No one overcomes more than we do and still loves life so much.”

Beberapa waktu yang lalu saya merawat seoagakbernama Vanesa, Anak V berumur 4 tahun dan didiagnosa sindrom down. Bagaimana kedua orangtuanya berjuang agar dia diberi obat dan dapat beraktifitas sangat mengharukan. Apalagi orangtuanya miskin dan berna-benar memprihatinkan.
Apakah kalau kamu jadi sindrom down atau anak kamu yang sindrom down kamu akan seperti mereka? Menikmati hidup dengan segala kekurangan yg ada?
Mari, mulai berpikir ulang menggunakan kata idiot, autis atau cacat mental sebagai joke sehari-hari Anda tak pernah tahu beban yg mereka hadapi dan bagaimana perasaan keluarga mereka..

12 Things I love about you

Karena ini tanggal 12-12-12 dan orang bilang ini tanggal spesial yang terpikir di kepalaku adalah menulis tentang kamu, karena kamu spesial di hidupku. Dua belas hal yang saya suka tentang kamu.

1.Your smile
Kamu manis jika tersenyum, jangan heran kalau banyak semut suka merubungi bibirmu ketika tersenyum. 🙂

2. Perhatianmu.
Sayang sudah makan? Jangan lupa minum vit c! Sayang jangan lupa istirahat. perkataan kecil yang membuatku spesial..

3. Komitmenmu
Setiap orang suka komitmen sayang. Dan kau salah satu orang yang teguh dalam komitmen.

4. Rayuanmu
Kau sama sekali ga berbakat menggombal dan kau tahuu itu. Syukurlah kau tahu bahwa aku ini suka coklat 😀

5. Pelukanmu
Hey semua orang suka dipeluk, dan kau selalu memelukku erat

6. Hadiah-hadiah kecil
Kau tahu betapa aku suka membaca dan kau memberiku 5cm.. Terima kasih! Jangan sungkan memberiku buku lagi yah!

7. Caramu memperlakukan Mama, sahabat dan orang terdekatku.

8. Mengingatkan aku jika aku salah (jangan gosipin orang)

9. Tidak pernah keberatan jika aku sibuk dan lupa menelponmu

10. Kesetianmu, ini paling penting. Ingat pria sejati tidak selingkuh.

11. Membangun masa depan penuh penghayatan, menolak membicarakan masa lalu, kenangan-kenangan buruk biarlah berlalu

12. Selalu mengingatkanku betapa kau menyayangiku…

Dan masih banyak alasan lain..
Terima kasih untuk semuanya..

Lomba Menulis Novel Populer Bentang Pustaka “Wanita dalam Cerita”

Novel Populer adalah novel dewasa muda yang menceritakan kehidupan kaum dewasa muda dengan berbagai dinamikanya; cinta, keluarga, karir, persahabatan, dan sebagainya.

 

Ketentuan:
  1. Lomba terbuka bagi warga negara Indonesia berusia 18 tahun ke atas.
  2. Tema naskah: Wanita dalam cerita. Tidak diperbolehkan mengandung SARA dan pornografi.
  3. Naskah merupakan karya asli dan bukan terjemahan atau saduran.
  4. Naskah boleh ditulis oleh maksimal 2 orang.
  5. Naskah belum pernah dipublikasikan di media cetak atau elektronik, serta tidak sedang diikutsertakan di lomba lain.
  6. Panjang naskah 150-250 halaman A4, diketik dengan font Times New Roman, 12 pt, spasi 1,5, margin 4, 4, 3, 3. Ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik.
  7. Satu peserta boleh mengirimkan maksimal 2 naskah
  8. Kirim naskah disertai:
    • Biodata lengkap (nama, alamat, no hp, email)
    • Fotokopi kartu identitas
    • Profil singkat penulis
    • Keunggulan naskah
    • Sinopsis
  9. Naskah dikirim ke:
melalui email
bentang.populer@gmail.com
atau ke:
Redaksi Bentang Populer
Jl. Kalimantan G-9A
Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta
Jangan lupa cantumkan “Lomba Novel” di pojok kiri atas amplop atau di subjek email.
Naskah dikirimkan mulai tanggal 5 November 2012-2Februari 2013.
Hadiah
  • Juara 1: Uang tunai Rp.6.000.000 + kontrak penerbitan + paket buku sebesar Rp.700.000
  • Juara 2: Uang tunai Rp.4.000.000 + kontrak penerbitan + paket buku sebesar Rp.500.000
  • Juara 3: Uang tunai Rp.2.000.000 + kontrak penerbitan + paket buku sebesar Rp.300.000
  • 5 Pemenang berbakat: kontrak penerbitan + paket buku @Rp.200.000

 

PENTING!
  • Pemenang akan diumumkan melalui facebook, twitter, dan blog
  • Peserta lomba tidak dipungut biaya apapun.

Hati yang terluka Part Sekian

gw baca judul blog gw dan ngakak abis.. hahah ternyata gw bisa juga bikin judul “alay” kaya gitu hihih

anyway somay pak omay suka naik Bushway gakhirnya menemukan blog UI ini..

gw dah dua tahun jadi mahasiswa Ui kenapa gw ga memanfaatkan Blog Ui coba.. makanya sekarang gw manfaattin blog ini hihi..

btw hari tanggal 7 september 2010.. gw lagi kesal ama diri gw sendiri gw lagi kesal ama hati ama otak gw yang hari ini ga bisa diajak kompromi…

hati gw kaya tertinggal disuatu tempat jadi gw ngeraa kosong tapi sesuatu menganjal di hati gw.. gw ga tau apa itu.. yang pasti hati gw ga mau diajak kerjasama…

setali tiga uang sama hati gw otak gw juga kayanya lagi gila.. ga pernah berhenti memikirkn sesuatu yang gw dah coba black list tapi tetap aja di kecantol disitu..

akhirnya gw protes ama tubuh gw sendiri

Gw: lo semua pada kenapa seh?

tubuh gw: Sebenarnya kalo lo percaya kita bisa norma lagi..

tersadar rasa percaya itu telah tertinggal entah dimana?? bahkan gw bingung mau mencari dari sudut mana..

gw benar2 penuh dengan banyak pikiran

Nb: ini ditemukan di http://mhs.blog.ui.ac.id/angelina.roida81/ salah satu blyang aku tulis tanggal 14 oktober 2010