Filosofi Panah

Kekasihku berzodiak sagitarius dan dia tak percaya ramalan.

“Kau tahu nggak kalau sagitarius itu lambangnya laki-laki yang sedang memanah? Itu artinya kalian yang berzodiak sagitarius akan selalu merencanakan sesuatu dengan matang seperti pemanah yang membidik sesuatu dengan seksama sebelum melepaskan anak panah dari busurnya .” Aku berkata suatu hari. Dia sedang berbaring di pangkuanku. Cahaya lampu  kamar menerangi hidung mancung, bibir tipis, dan rahangnya yang tegas. Wajahnya selalu membuat dadaku disesaki perasaan hangat dan kagum. Mata cokelatnya bertemu mataku. Aku bisa merasakan dia mendesah kesal.

“Aku tidak peduli, Sayang. Bagiku zodiak hanyalah alat yang dibuat manusia untuk  tidak melulu bergantung pada takdir. Membuat manusia tidak bertanya tentang kehidupan. Seolah-olah sifatku yang suka berpikir lama sebelum mengambil keputusan karena zodiakku padahal kau tahu sendiri riwayat hidupku bagaimana. Orang tua yang cerai, istri sialan yang meninggalkanku, sahabat yang membawa lari uang dan istriku.”  Dia mendesah lagi sebelum melanjutkan, “Kalau tak ada kau, aku akan mati.” matanya berkaca-kaca. Aku membungkuk dan mencium dahinya. Dia menggenggam tanganku.

“Istrimu gila karena telah meninggalkanmu. Aku takkan mungkin meninggalkanmu. Kau tahu itu.” Dia tidak membalas perkataanku, hanya menggenggam tanganku lebih erat. Kami terdiam untuk beberapa saat.

“Namun kau benar tentang sesuatu, ” katanya kemudian. Aku mengerutkan kening ke arahnya.

“Tentang apa?”

“Tentang sagitarius dan panah. Secara harafiah maksudku bukan secara kiasan seperti perkataanmu. Aku suka memanah, tetapi bukan karena zodiakku sagitarius. Saat berumur tujuh tahun ayahku mengajarkanku memanah dan aku menyukainya sampai sekarang.” Dia mengangkat jempol kanannya, ada bekas luka di buku jarinya. “Ini akibat gesekan terlalu sering dengan tali busur dan anak panah.” Aku tersenyum.

“Apa yang kau sukai dari memanah?”

“Memanah selalu membuatku puas apalagi kalau bisa membidik tepat di tengah papan panahan. Kau tahu filosofi memanah?” Kini dia bangkit dari tidurnya dan duduk berhadapan denganku.

“Huh, katanya kau tidak percaya zodiak.” Aku mencibir. Dia tertawa.

“Sayang, filosofi dan zodiak berbeda. Filosofi menceritakan arti sedangkan zodiak memburamkan arti.” Aku tertawa.

“Ceritakan padaku!” ujarku.

“Kau tahu sebelum seorang pemanah menarik busur dia harus mundur beberapa langkah. Semakin dia mundur semakin akurat tembakan anak panah mengenai saasaran. Begitu juga hidup,  kita harus mengambil langkah mundur untuk mengumpulkan energi agar apa yang kita rencanakan berhasil.” Dia tersenyum sumringah.

“Kau menerapkan filosofi memanah padaku?” Dia mengernyitkan kening.

“Kau selalu melangkah mundur ketika aku membicarakan pernikahan. Apakah itu pertanda kau ingin mengumpulkan waktu agar kita menikah di waktu yang tepat?” Wajah kekasihku berubah merah. Dia berdiri dan membelalakkan matanya.

“Kau! Siapa kau memintaku menikahimu?  Kau pikir aku mau menikah denganmu, hah?” suaranya melengking histeris.

“Aku pikir kau….”

“Diam perempuan brengsek.  Kalian semua sama saja. Merengek minta dinikahi kemudian saat bosan kabur dengan laki-laki lain.” Dia mencengkram kedua bahuku. “Kau ingin bernasip sama seperti istriku dan selingkuhannya? Kupanah mereka tepat di dada.” Dia menghempaskan tubuhku ke lantai.
“Perempuan bangsat!” Dia mulai menendang tubuhku bersamaan dengan itu pintu kamar terbuka. Seorang pria berjas putih dan beberapa pria lain berseragam putih masuk.

“Pak Joko Anda tak apa?” Pria berjas putih mendekat. Kekasihku memandang mereka semua.

“Aku sedang memberi pelajaran pada perempuan sialan ini.” Dia menunjuk ke arahku. Para pria itu menatap ke arahku dengan bingung.

“Tidak ada siapa-siapa di sana,” ujar pria berjas putih. Kekasihku tak peduli dan terus menendangku dengan kasar.

“Suntikan dia obat penenang!” perintah laki-laki berjas putih sebelum aku jatuh pingsan.  Besok aku akan kembali sadar dan menemui kekasihku lagi. Aku mencintainya dan akan terus memintanya menikahiku.

Tamat…

Tulisan ini dalam rangka mengikuti giveaway Kaliluna : Luka di Salamanca

Advertisements

Suatu Hari ketika Saya Memutuskan meski Menulis Membuat Saya Patah Hati, Saya akan Selalu Jatuh Cinta Padanya selamanya.

Suatu hari saya menpertanyakan hal-hal yang membuat saya jatuh cinta

Apa yang membuat saya jatuh cinta sama nulis?

Adalah novel yang membuat saya jatuh cinta pada menulis.  Saya ingat saat membaca Sidney Sheldon berjudul blodline di tahun 2002, saya benar-benar ingin membuat novel seperti itu. Lalu saya bertemu novel sidney sheldon lainnya, novel ayu utami, novel djenar, novel putu, dan ribuan novel lainnya yang membuat saya bertekad mebulis novel sebaik mereka.
Sampai sekarang saya masih mencintai buku sebesar saya mencintai menulis.

Bagaimana saya jatuh cinta sama menulis.

Cinta saya pada nulis bukanlah cinta pada pandangan pertama. Awalnya saya menulis karena ingin mengeluarkan unek-unek (bahasa halus tjurhat) lalu tahun 2009, saya menulis cerpen berjudul perempuan dan sopir taksi. Saat menyelesaikan cerpen itu saya merasa sangat amat keren sekali saat itulah saya sadar saya mulai jatuh cinta.  Lalu kemudian saya menyadari cinta saya pada menulis semakin besar dan besar hingga saya suka galau kalau tidak menulis dalam satu hari.
Sebenarnya saya tidak tahu pasti bagaimana tepatnya saya jatuh cinta, tahu-tahu rasa cinta itu sudah ada aja di hati dan tak bisa dilenyapkan.

Dimana saya jatuh cinta sama menulis?

Saya jatuh cinta sama menulis dimana-mana. Tempat favorit saya adalah meja outdoor di mantan kampus. Pohon-pohon di sekeliling membuat cinta saya mengalirkan kata dengan indah.

Kapan saya jatuh cinta pada menulis?

Saat saya menyadari menulis membuat saya bahagia.
Sebenarnya saya menulis sejak SMA tapi baru aktif saat saya duduk di tahun ketiga kuliah yaitu tahum 2011. Sudah tiga tahun menulis dan akan menulis sampai seribu tahun lamanya.

Mengapa saya jatuh cinta sama nulis?

Setelah sekian lama menulis, saya menyadari mengapa saya jatuh cinta sama nulis. Jadi penulis terkenal dan keren macam Ayu Utami dan Dee ada di alasan  nomor tiga. Mempunyai buku yang bisa dikenang anak cucu ketika sudah mati ada di alasan nomor dua. Menulis membuat saya  penting bahagia adalah alasan nomor satu dan terutama.
Semua orang di dunia ini pengen merasa penting. Ada yang orang yang beli tas mewah untuk dianggap penting, ada orang yang bagi-bagi uang agar dianggap penting,   dan saya merasa penting dengan menulis. Dengan menulis orang menjadi tahu siapa saya, meski hanya seputar blogg. Dengan menulis setiap ketemu orang yang baca tulisan saya, mereka bilang saya keren. Dengan menulis saya mengeluarkan semua hal gila di kepala saya dan saya puas karena hal gila itu tidak saya wujudnyatakan dalam perbuataan nyata. Bayangkan kalau saya pengen bunuh orang (yang mana sangat sering saya pikirkan) saya tidak mewujudnyatakan dalam cerpen tapi langsung membunuh orang itu. Sudah dipenjara saya sekarang. Selain penting menulis membuat saya berbahagia. Selalu ada rasa bahagia yang tidak bisa digambarkan dengan kata setiap kali saya habis menulis. I am on the top of the world lah… Dan rasa paling happy itu terjadi waktu saya habis nulis naskah novel pertama saya berjudul hating Rachel. Saya bangga karena dari bisa nulis empat halaman ke 98 halaman. Saya senang karena bisa nulis sebanyak itu.  Saya terharu setelah dua tahun berjuang nulis bisa juga nulis novel. Rasa yang bercampur aduk jadi satu meski kemudian naskah itu ditolak penerbit hihihi.
Penolakan itu tidak membuat saya berhenti jatuh cinta.  Karena tadi ditolak, diterima, jelek, bagus tidaknya tulisan saya, saya selalu bahagia menulisnya.

Lalu saya mempertanyakan hal-hal yang membuat saya patah hati pada menulis

Apa yang membuat saya pernah patah hati karena menulis?

Kemalasan. Saya malas mengambil laptop dan duduk di hadapannya dan menulis.

Bagaimana saya patah hati kaena menulis?

Tiba-tiba saja saya tidak bisa menulis. Dan itu berlangsung
dalam waktu yang lama

Dimana saya patah hati sama menulis?

Di semua tempat,  bahkan di tempat menulis favorit saya.

Kapan saya patah hati sama menulis?

Dua minggu ini sebenarnya saya sedang patah hati. Saya tidak bisa menulis sesuatu bahkan itu hanya sebuah FF.

Mengapa saya patah hati sama menulis?

Alasannya banyak. Karena saya nggak pd dengan tulisan saya, saya merasa iri hati karena banyak teman saya yang menerbitkan novel, saya malas mengikuti lomba, saya malas membaca, saya kehilangan motivasi bahwa saya bisa jadi penulis yang hebat,  saya berpikir saya sibuk sehingga ga punya waktu untuk menulis padahal kalau mau menulis, nulis aja ga usah pake banyal alasan, dan lain-lain.

Untungnya saya selalu kembali mengingat apa, bagaimana, dimana, kapan, mengapa saya jatuh cinta sama nulis karena dengan begitu meski saya patah hati saya selalu tahu saya pernah dan akan selalu bahagia karena menulis.
Jadi hari ini saya putuskan bahwa meski menulis membuat saya patah hati, saya akan selalu jatuh cinta padanya. Selamanya

(Cerbung) The Files of Dr. Sex bagian satu

Rubrik : Ask dr. Sex
Minggu kedua januari 2014
Dear dr, sex
Saya senang sekali dengan artikel tentang orgasme. Sebenarnya, saya sudah lima tahun menikah dan tidak pernah merasakan orgasme bersama suami saya. Akhir-akhir ini saya sering mastrubasi. Dan saya merasa mastrubasi lebih menyenangkan daripada berhubungan seks dengan suami saya. Apakah ini normal?
Ny. T di Bekasi.

Matahari menerobos masuk melalui kisi-kisi, menyinari layar komputer yang tengah reboot. Ramona meluruskan badannya dan  duduk dalam posisi tegak untuk beberapa saat. Langit biru mengintip dari jendela kaca yang gordennya tengah tersibak.  Itu pasti kerjaan Tari, sahabat sekaligus rekan kerjanya. Ramona tidak begitu suka cahaya. Cahaya selalu membuatnya merasa risih. Sejak kecil ibunya selalu membuatnya terbiasa dalam gelap.

“Matikan lampu tidurmu! Kau pikir kita punya uang untuk membayar listrik?”

“Tutup gordennya, anak sialan! Aku tidak suka tetangga mengintip ke mari.”

“Mona! Ramona!” suara seseorang membangunkannya dari masa lalu. Ramona menoleh. Tari berdiri di pintu dengan dua gelas mengepul di kedua tangannya.

“Apa?”

“Gue tadi tanya, lo mau kopi?” Tari mengangkat gelas di tangan kanannya. Ramona mengenyahkan kenangan buruk dari masa lampau dengan tersenyum saat menerima gelas kopi dari Tari. Mengapa aku tiba-tiba ingat tentang Ibu? Mulutnya tiba-tiba pahit. Dia segera meneguk kopinya. Bara api membakar lidahnya.

“Kopinya panas banget, Mon. Seharusnya  lo diamin dulu bentar,” sahut Tari saat Ramona menjulurkan lidah dan mengibas-ngibas dengan tangan. Ramona menaruh kopinya di meja komputer dan berlalu ke luar ruangan. Begitu dia kembali membawa segelas air es, Tari sudah duduk di hadapan komputernya yang sedang reboot. Ramona menuju mejanya, komputernya kini dalam kondisi stand by. Dia duduk di kursi dan minum beberapa teguk air es. Lidahnya kini mati rasa. Sial!

“Artikel lo tentang orgasme kemarin jadi top views, loh.”  Tari bersuara. Perempuan berambut sebahu itu kini sedang mengamati homepage website yang mereka kelolah bersama, http://www.dr-sex.com. Ramona mengklik simbol website mereka di dekstop. Artikelnya perempuan harus orgasme, telah dibaca 850,000 oranng. Rekor pembaca terbanyak sejak website mereka berdiri dua tahun lalu.

“Banyak banget kayanya perempuan yang nggak orgasme di Indonesia ini,”
sahutnya sembari mengklik artikel itu. Dia menarik napas saat melihat  lima ratus komentar. Itu berarti dia harus membalas pesan itu satu-satu.

“Lo ingat nggak kapan terakhir kali lo orgasme?” ujar Tari. Ramona mengalihkan pandangan ke arah Tari. Dia tersenyum.

“Tadi malam dengan jari telunjuk gue.” Continue reading

Perempuan bernama Romana

image

Nama lengkapnya Romana Chelsea Dona. Sapaannya Elna. Kami memanggilnya Nana dan kadang-kadang Ena.
Saya mengenalnya tahun 2005. Waktu itu dia jadi penyiar di global fm. Dia banyak bicara dan yah dia cocok jadi penyiar. Kami sekelas dari kelas 1 sampai 3 SMA. Lalu bertemu lagi saat kuliah. Dia di jakarta saya di depok. Basecamp kami di tempat kosan Ka Tie.
Selama kami berteman kami sering bertengkar dan yah pertengkaran hebat terjadi tahun lalu. Betapa bodoh kalau dingat2 kembali soal pertengkaran itu. Saya harus mengatakan maaf untuk hal konyol yg terjadi. Namun memang terkadang sahabat harus bertengkar hebat. Ingat bagaimana Ted dan Barney nggak saling ngomong di session 3? Dalam hal ini saya Ted, kau Barney (karena Barney lebih kaya hahahaha)
Ena adalah perempuan paling ambisius dan penuh passion yg saya kenal. Dan dia nggak hanya OMDO. Dia membuktikan tekadnya. Saya ingat bagaimana tekad untuk jadi seperti Sri Mulyani saat kuliah ekonomi dan kini tekad itu pelan2 terwujud dengan dia “ngojek” dan ditempatkan di sebuah lembaga yg menurut saya sangat panjang namanya dan pastinya membuat dia tambah sibuk dan keren.. Saya yakin tak lama lagi dia akan ambil master di Belanda dan suatu waktu ketika saya menceritakan how I met your father pada anak-anak saya, saya akan bilang.
“Kids, you know what our minister of economic was a sleepy head back then when she was young” (Ena bisa tidur sambil berdiri, mann)

Ena adalah salah satu superwoman yg saya kenal di dunia ini. Dan saya yakin kesuksesannya tak jauh-jauh dari tekad, usaha, dan doanya yang luar biasa.
Hari ini dia berusia 25 tahun. Saya yakin dengan usianya yg sudah SEPEREMPAT ABAD (dibikin huruf besar semua biar dia sadar dia sudah tua  *ketawajahatkarenalebihmuda) dia semakin dewasa. Saya menulis ini karena saya bingung mau kasih kado apa. Dia sudah punya segalanya. Cinta keluarga, Cinta pacar yang Virgo dan keren seperti saya itu, cinta sahabat dan teman, serta pekerjaan keren.
Saya berharap di usianya yg semakin tua ini dia terus mendapatkan yang terbaik dalam hidupnya.
Saya berharap kedua orangtuanya diberi umur panjang dan semakin bangga padanya.
Saya berharap dia selalu menjadi Ena yg menginspirasi banyak orang.
Selamat ulang tahun Romana Chelsa Mirzani. Usia bertambah bukan berarti berhenti muda dan keren.
I love you 🙂

Kucing Siluman

Aku mencintai pacarku Joko. Dia tampan, baik hati dan sangat perhatian. Kami telah bersama selama empat tahun lamanya. Dan kalo tak ada halangan dua bulan lagi kami akan menikah. Tetapi ada satu hal yang paling aku benci dari Joko, yaitu kesukaan dia terhadap kucing. Sungguh! Aku benci kucing dengan segenap jiwa dan ragaku. Tetapi karena cintaku yang begitu besar pada Joko, kecintaannya pada kucing yang begitu besar masih bisa kuterima. Namun semua berubah saat Pusy kucing hitam, entah jenis apa. Memasuki hidup kami.

“Kenalkan ini Pussy, Las. Kucing baruku,” kata Joko waktu pertama kali dia memperkenalkan aku dengan Pussy. Aku menatap Pussy enggan dan terkesiap ketika kucing itu menatapku penuh tajam. Matanya yang berwarna abu-abu itu mentapku penuh kebencian. Aku merinding.

“Pussy ini pacarku, Lastri.” Joko mendekatkan kucing itu padaku. Dan demi langit bumi dan segala isinya, aku melihat kucing itu membuang muka. Dia malah mendekatkan dirinya pada Joko.

“wah wah wah, kamu cemburu yah pada Lastri,” tanya Joko mengelus kepala Pussy penuh kasih sayang. Pussy mengeong manja mendekatkan kepalanya ke dada Joko.

“Darimana kau dapatkan kucing ini, Ko?” tanyaku risih dan mulai jijik dengan Pussy

“Dia datang sendiri. Tadi pagi tiba-tiba dia sudah berada di depan rumah. Mungkin dia tahu kali yah, aku ini sangat menyukai kucing,” jawab Joko acuh sambil terus mengelus kepala Pussy

“Tapi kau kan sudah memiliki sepuluh ekor kucing. Ko. Kenapa kau masih memelihara kucing ini. Siapa tahu dia ada pemiliknya?” Aku berkata ngotot. Tiba-tiba timbul keinginan untuk menjauhkan pussy dari Joko.

“Kita lihat saja kalo satu minggu ga ada yang mencari Pussy, dia akan aku pelihara. Terus terang, Las aku mulai sayang pada kucing ini.” tanggap Joko dan sumpah demi langit dan bumi lagi, aku melihat pussy menyeringgai puas ke arahku seolah mengatakan. Joko milikku.

Dan sialnya sudah satu bulan berlalu, tak ada satupun ada orang yang merasa kehilangan kucing. Dan selama satu bulan itu hubunganku dan Joko terancam bahaya. Kami tak pernah lagi berduan, Pussy tiba-tiba begitu lengket dengan Joko. Tak pernah sekalipun dia meninggalkan Joko sendirian berduan denganku. Bahkan saat kami kencan di malam minggupun dan anehnya, Joko tiba-tiba begitu lengket dengan kucing sialan itu. dan Tiba-tiba ide jahat terbersit di benakku, Aku akan menghilangkan kucing sialan itu selamanya dari dunia ini.

“Tumben kau ingin bersama pussy, Las. “ Itu pertanyaan Joko ketika aku mengutarakan niatku meminjam Pussy

“Aku hanya ingin dekat dengan hewan kesukaanmu itu, Ko,” jawabku manja. Joko yang tidak menaruh curiga apa-apa memberikan kucing sialan itu padaku. Aku menerima pussy dengan enggan dan anehnya pussy tidak protes waktu aku membawanya masuk ke dalam mobilku dan segera Menjalankan mobil meninggalkan rumah Joko. Sempurna! Pikirku senang, kepalaku memutar otak mencari kira-kira ide apa yang paling baik untuk melenyapkan kucing sialan ini.

“Akhirnya, kita bisa berduaan, Lastri.” Terdengar suara perempuan. Aku bergidik dan kaget waktu menyeadari itu suara pussy.

“Lastri yang malang. Kau pikir aku tidak akan memanfaatkan kebersamaan kita ini?” Pussy meloncat naik ke pangkuanku. Mobilku oleng. Segera aku menginjak rem menghentikan mobilku dipinggir jalan

“Apa-apaan ini? Siapa kau sebenarnya? Mengapa kau bisa bicara?” Aku bertanya bingung takut dan ngeri. Pussy menatapku tajam dan jahat.

“Aku juga mencitai Joko, Lastri dan aku juga ingin bersamanya. Kau hanya mengganggu hubungan kami” tiba-tiba mobilku berjalan sendiri. Aku ketakutan setengah mati. Berkali-kali kuinjak pedal rem tak terjadi apa-apa. Selamat tinggal Lastri. Kata Pussy sebelum mobilku menabrak sebuah truk besar.

Arghhhhhhhhhhhhhhhh

*

Aku terbangun dan mendapati diriku di sebuah ruangan berwarna putih. Tampak Joko berdiri di hadapanku.

“Kau sudah bangun, Pussy.” Joko mengelus-ngelus kepalaku. Hah? Pussy? Apa maksudnya?

“Maafkan aku, Sayang. pussy tiba-tiba menyerangku saat aku sedang mengemudi. Aku tak sengaja membuang dia keluar mobil dan akhirnya dia ditabrak Sepeda motor” sebuah suara tiba-tiba muncul dan aku mendapati diriku berdiri di samping Joko.

“Bukan salahmu, Las.” Joko memeluk perempuan yang mirip aku itu.

“Dia bukan lastri, aku lastri”.” Teriakku kencang tetapi yang terdengar kemudian membuatku ngeri. Suaraku berbunyi meong meong lirih.

“Ayo pergi sayang!” Perempuan yang menyerupaiku mengajak Joko keluar. Joko menurut! Sebelum pergi perempuan itu memandang tajam dan jahat padaku. Pandangan jahat dan tajam seperti pandangan Pussy.

Tamat

#fiksiminichallenge Hari

Tema : Hari

POLIGAMI, hari senin istri pertama, hari selasa istri kedua, hari rabu istri ketiga, hari kamis istri keempat, hari jumat istri kelima, hari sabtu istri keenam. Hari minggu si burung tak lagi bernyawa.

“Joko, ayo masuk hari sudah gelap!” ujar Ibu. Joko cepat-cepat menutup rambut perempuan itu dengan tanah.

Hari Libur 3019. Pesawat ulang-aling ditembak pasukan Mars  ketika berlibur ke bulan.

Hari Ibu, semua ayah ditembak mati.

Hari Ayah, semua Ibu tiba-tiba membisu.

Hari Lahir. Hari ketika aku dikeluarkan dari dalam bambu.

Hari Libur. Hari kami semua meletakkan otak kami di rumah

Hari Raya. Layanan dengki dan dendam tutup. Dibuka lagi besok.

Hari ini kami makan besar. Tiga orang anak kecil terperangkap di jaring kami.

Jomblo. Setiap hari sabtu mereka beramai-ramai menyewa pawang hujan..

Udah gitu aja.
Susah oi…

Maze

Tiga orang anak kecil kira-kira seusia Liam anak laki-lakiku yang berusia sepuluh tahun tiba-tiba berlari kecil dan masuk ke halaman rumahku.

“Tante, Liam ditabrak mobil Tante!” Kata mereka dengan wajah ketakutan. Spontan aku bangkit dan berdiri.

“Ditabrak mobil dimana?? Jokoooooooooooooooooooooooooo!” Aku panik dan berteriak memanggil Joko sopirku.

“Di jalanan di depan rumah pak RT, Tante” Jawab ketiga anak kecil yang tampak takut melihat reaksiku.

“Bagaimana kondisi Liam sekarang?” Kataku histeris pada ketiga anak kecil itu. Bukannya menjawab anak-anak itu malah lari ketakutan keluar dari rumah.

“Tunggu kalian anak-anak setan. Kalau sampai ada apa-apa dengan Liam kubunuh kalian semua” Teriakku histeris.

“Ada apa Bu Lastri?” Joko tiba-tiba muncul.

Liam Joko.. Liam.. Liam ditabarak mobil, Ko.” Kata ku. Joko tampak bingung.

“Tapi  Bu, Den Liam sedang bersama Aku di ruang tengah!” Dia menunjuk ke  arah pintu tampak Liam anakku berdiri di sana.

“Mama kenapa sih, Ma? Teriak kaya orang gila.” Katanya. Aku tercekat.Hampir tidak percaya. Joko menghampiriku.

“Kamu baik-baik saja, Sayang?” Katanya. AKu tersenyum mencuri pandang ke arah Liam yang kembali bermain.

“Jangan bermesraan denganku di depan Liam.” Aku memarahi laki-laki gagah yang sangat kucintai itu. Dia tersenyum dan memengelus tanganku.

“Aku khawatir padamu. Apakah kau yakin, kau baik-baik saja?” Tanyanya lagi.

“Aku baik-baik saja. Sebaiknya aku mengunjungi seorang psikoatrik.” Kataku. Joko mengerutkan dahinya.

“Sayangku kamukan Juga seorang psikiatrik.” AKu hanya tersenyum mendengar perkataannya. Ini ketiga kalinya aku berhalusinasi anak kecil datang menyampaikan kematian anakku. Ada yang tidak beres denganku.

***

“Dok, kayanya ada yang aneh dengan diriku.”  Aku menatap perempuan yang sedang duduk di hadapanku. Umurnya kira-kira tigapuluhan tahun, masih cantik dan seksi. Wajahnya memancarkan kecemasan. Tentu saja ada yang aneh dengan dirinya kalau tidak ngapain di datang ke psikiater. Tetapi tentu saja pendapat itu kusimpan dalam hati kalau diutarakan tentu tak ada yang datang ke tempat praktikku lagi.

“Coba ibu ceritakan apa yang ibu rasakan?” Kataku, perempuan itu tampak menarik napas panjang sebentar.

“Aku merasa aku berhalusinasi, Dok.” Aku tertegun mendengar perkataan perempuan itu.

“Mengapa ibu bisa tahu bahwa Ibu berhalusinasi?” Kataku

“Dok, Aku ini dokter psikiatrik juga tetapi aku butuh dokter lain untuk memeriksa ku. Sejujurnya aku tak bisa memeriksa diriku sendiri dan tidak yakin betul apa yang aku alami.”  Lagi ku tercekat.

“Baru kali ini aku punya pasien yang juga seorang dokter jiwa.” Kataku

“Aku butuh bantuan Anda, Dok. Aku selama ini sering berhalusinasi. Aku selalu berhalusinasi bahwa ada tiga orang anak kecil datang padaku dan mengatakan anakku Liam telah meninggal.” Kata perempuan itu.

“Anak ibu bernama Liam? Wah sama dengan anak ku. Anakku juga bernama Liam.” Kataku. Perempuan itu tampak berpikir sejenak.

“Aku bawa foto anakku.” Katanya mengambil sebuah foto dari dalam tas dan memberikan foto itu kepadaku. Betapa kagetnya waktu kulihat foto di tangan perempuan itu. Itu foto Liam anakku.

“Bagaimana bisa foto ini ada padamu? Ini foto liam anakku.” Aku berkata marah pada perempuan di depanku.

“Tidakk itu foto anakku” Perempuan di depanku tiba-tiba meraih foto dari tanganku dan karena kutahan foto itu sobek.

“Kau membunuh anakku! Kau membunuh anakku” Perempuan di depanku berteriak histeris.

“Jokoooooooooooooooooooooooo!” aku berteriak memangil Satpamku, sebelum perempuan di depanku mengamuk parah.

“Dokter Lastri Anda baik-baik saja?” Joko tiba-tiba datang.

“Bawa pergi perempuan gila ini. Masa dia bilang Liam adalah anaknya!” Kataku marah. Joko menatapku heran.

“Tidak ada siapa-siapa di sini, Bu!” Kata Joko dan seketika warna dinding ruangan berubah menjadi putih. Joko hilang berganti dua orang  berpakian dokter dan perawat berdiri di depanku.

“Siapa kalian? Dimana aku?” AKu berteriak histeris

“Ibu Lastri tidak ingat-ingat apa-apa tentang kejadian tabrakan itu?” Dokter di depanku berkata pelan dan tiba-tiba kejadian tabrakan Liam teringat kembali. Aku dan Joko Sopirku di depan kemudi. Liam di jok belakang. Liam tengah tertidur ketika aku mengecup pipi Joko dan sebuah mobil truck menghantam mobil kami.

“Bagaimana Liam? Bagaimana Joko?” Kataku histeris.

“Kasih dia suntikan penenang, Sus!” Sayup-sayup terdengar suara dokter.

“Kasihan yah padahal dulu beliau psikiater hebat setelah kematian selingkuhannya yang juga sopirnya dan anak laki-laki satu-satunnya dia jadi begini.” Terdengar sayup-sayup suara lainnya sebelum semuanya menjadi hilang.

Begitu terbangun Joko sopirku tiba-tiba ada di dekatku.

“Selamat pagi, Sayangg! Aku sudah mengantar Bapak ke kantor dan Den Liam ke sekolah. Sebelum praktik kamu mau dilayani?” Katanya nakal meraihku dalam pelukannya.

TAMAT

Kisah Karma

Sejak dahulu saya merasa bahwa mama saya tidak pernah mencintai saya. Dia tidak pernah membangunkan saya di pagi hari. Dia tidak pernah membuatkan saya sarapan. Dia tidak pernah menyiapkan baju seragam untuk saya. Dia tidak pernah menyambut saya ketika saya pulang sekolah. Dia tidak pernah membacakan saya dongeng sebelum tidur. Dia bahkan jarang sekali berbicara dengan saya. Semua yang melakukan tugas-tugas itu adalah Bi Lala perempuan tua yang menjaga saya sejak kecil. Saya memang jarang sekali bertemu mama. Dia selalu pergi kerja saat saya belum bangun dan pulang saat saya sudah tidur. Kata Bi Lala mama saya seorang manajer perusahan, meski saya tidak begtiu tahu apa arti kata manajer itu yang pasti sepertinya itu pekerjaan yang bagus.

“Mama Non bukanya tak sayang sama Non. Mama Non sibuk dia sering ke luar kota bahkan ke luar negeri.” Begitu kata Bi Lala ketika saya menyampaikan perasaan tentang mama saya tidak menyayangi saya itu.

“Apa yang mama lakukan, Bi? Apa yang mama lakukan malam-malam?” Tanya saya kemudian.

“Mama Non bekerja mencari duit untuk Non.” Kata Bi Lala. Saya berpikir sebentar.

“Kenapa duit mesti dicari. Bi? Siapa yang menyembunyikanya? Bukankah mama sudah punya banyak uang” Kata saya kemudian. Bi Lala tidak menjawab. Dia hanya menatap saya sebentar dan segera beranjak ke dapur meninggalkan saya yang tidak puas. Sungguh saya marah kepada siapa saja yang menyembunyikan uang itu, gara-gara dia mama saya tidak pernah ada di rumah. Continue reading

Luka Lula

Lula bertanya kepada Bayu,

“Kak, apakah Mama akan mencari kita?” Bayu menatap gadis kecil itu lembut dan mengelus rambutnya.

“Tenang sayang, Mamamu tidak akan mencari kita,”  kata Bayu. Mereka duduk berhadapan di tempat tidur. Sudah dua hari mereka berdua meninggalkan kota kecil mereka. Sudah dua hari pula, mereka berada di kamar wisma kecil jauh di kota tetangga.

“Lula takut, Kak. Kalau Mama sampai menemukan kita. Dia mungkin akan membunuh kita”

“Tenang, Sayang! Semua akan baik-baik saja” Bayu meraih Lula ke dalam pelukannya.

“Sakittttt” rintih Lula, ketika tanpa sadar Bayu menyentuh punggung Lula.

“Maaf Sayang” Bayu segera mengusap-ngusap punggung Lula. “Lukanya masih sakit?” tanyanya kemudian. Lula mengangguk

“Sini, Kakak obati” Bayu meraih larutan kapas dan botol obat merah dari meja di samping tempat tidur. Membuka baju Lula dan kembali ngeri melihat beberapa goresan luka  melintang di punggung Lula yang kecil. Dengan lembut Bayu mengusap kapas yang telah dicelup ke dalam obat merah ke goresan luka yang diciptakan silet itu.

“Kakak, apakah Kakak menyayangi Lula?” tanya Lula kemudian setelah lukanya selesai dioles. Bayu menatap Lula lama.

“Aku mencintaimu Lula”

***

Bayu tidak pernah tahu pasti, mengapa dia tidak begitu tertarik dengan wanita dewasa? Payudara besar dan pantat berisi sama sekali tidak membuatnya ereksi. Bagi Bayu payudara dan pantat perempuan dewasa sama seperti organ tubuh manusia yang lain, sama seperti tangan, kaki atau leher. Sungguh Bayu tidak homo. Sebagai laki-laki dia mencintai perempuan. Lebih tepatnya anak perempuan. Bayu lebih bernafsu melihat kecerian anak perempuan berusia delapan sampai tigabelas tahun daripada kegenitan manja wanita dewasa, Bayu lebih terangsang ketika tangan atau kaki kecil gadis kecil itu melangkah riang daripada lengokan manja perempuan dewasa. Bayu lebih  ingin mengecup bibir mereka yang mungil daripada bibir perempuan dewasa yang sensual. Bayu lebih mendambakan dada meraka yang rata. Entah mengapa, Bayu lebih tertarik pada mereka yang berusia lebih muda. Dia menyadari kelainanku ini saat duduk di kelas tiga SMA, saat teman-temannya yang lain menganggumi Angelina Jolie, Megan Fox atau Julia Perez Bayu mengagummi Dakota Fanning. Hal itulah yang akhirnya membuat dia masih melajang padahal usia telah menginjak tahun ke duapuluh lima. Dan Lula gadis kecil itu adalah cinta sejati dan belahan jiwa Bayu.

Continue reading

Black Memoar : Mengapa Saya Meniduri 100 laki-laki… (part 1)

Permulaan..

Saya bertemu Arlene Putri Bintang, medio april 2012.. Senyum lebar terpatri di wajahnya yang pucat saat itu.

“Kamu pasti Joko?” ujarnya lirih. Aku mengangguk. Dia menarik napasnya berat. Selang oksigen di hidungnya membuat menarik napas adalah pekerjaan tersulit di dunia.

“Kamu mau cerita saya dari mana, Ko?”

“Dari kecil, Mbak…. Apa yang membuat mbak akhirnya tidur dengan begitu banyak pria?” dia terkekeh..

“100 pria Joko. Hanya 100 pria. Akan kuceritakan pria-pria itu secara acak. Apakah kau akan tahan mendenagr kisahku? Ah Joko waktuku tak lama.. Tak lama lagi..” Dia memandang langit kamar rumah sakit.

“Saya punya banyak waktu untuk mendengar Mbak..”

“Baiklah, siapkan pena dan kertas. Aku ingin kisahku jadi novel yang bagus. Sangat bagus..

CERITA 1 : Laki-laki ke 39

Napas Arlene memburu. Tubuh telanjangnya bergerak teratur di atas tubuh sorang laki-laki. Sementara itu, mulutnya melumat mulut laki-laki itu dengan buas, seperti singa betina memangsa anak rusa setelah tiga hari kelaparan di padang rumput, tak menyisakan apapun selain tulang-belulang. Laki-laki itu terus mengelus-ngelus punggung Arlene, merasakan sensasi luar biasa yang ditimbulkan gerakan dan lenguhan mahkluk mempesona di atas tubuhnya. Gerakan mereka semakin cepat dan liar, bergantian di atas dan di bawah hingga akhirnya laki-laki itu mengerang kuat dan membenamkan kuku-kuku jarinya di punggung Arlene.

Continue reading